Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Selasa, 24 Juli 2018

Wisata Religi Jember Hits, Masjid Roudhotul Muchlisin dan Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember Masih Jadi Favorit

Wisata Religi Jember
Foto: Instagram @dedynurarifin dan @syafiqalamudi

Halo kembali bersamaku melankolis muda, hehe. Di artikel kali ini masih membahas seputar destinasi wisata. Dan juga destinasi wisata kali ini juga masih di Kabupaten Jember. Gak ada bosennya deh kalau bahas masalah itu. Soalnya di Jember banyak banget destinasi wisatanya. Jember makin rame nih dengan banyaknya destinasi-destinasi baru yang sedang bermunculan. Pengen tau kan destinasi apa yang mau di bahas kali ini? Baca terus yuk.

Jember dengan segudang destinasi wisata untuk dikunjungi memang selalu memberikan daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Baik wisatawan lokal maupun luar daerah. Selain terkenal dengan pantainya yang memiliki view luar biasa. Selain dengan destinasi pegunungan yang sudah banyak terdengar khalayak ramai. Selain Jember dikenal dengan kawasan kuliner yang beranekaragam. Kabupaten Jember  juga dikenal dengan sebutan wisata religi. Mari kupas satu-satu.
View Teluk Love
Foto: Instagram @lilacwuland

Memang Jember dikenal dengan kawasan pantai dengan view cakep. Kawasan pantai selatan memanjang di daerah selatan Kabupaten Jember. Mulai dari Tanjung Papuma, Teluk Love, Payangan, dan masih banyak lainnya. Ini yang mengundang daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk datang ke Jember. Jember makin rame dengan adanya pantai nan indah di kawasan Kabupaten Jember.
Wisata Rembangan
Foto: Instagram @alfidasuwaji08

Untuk kawasan pegunungannya, juga gak kalah nih dengan destinasi wisata pantainya. Kalau kawasan pegunungan tak lepas dari air terjunnya. Kawasan Utara Jember dikelilingi oleh pegunungan yang indah. Salah satu yang banyak terdengar dan mengundang banyak wisatawan adalah wisata puncak Rembangan, dan air terjun Rancak. Wisata ini memang sudah dikenal wisatawan luas.

Kalau wisata kuliner mah Jember bisa jadi juaranya di kawasan Jawa Timur bagian Timur. Buanyak banget tempat untuk wisata kuliner. Tinggal pilih deh sesuai budget yang dimiliki dan pengennya apa. Mau makanan yang bikin kenyang ada. Mau Minuman yang lagi Hits juga ada. Bahkan kuliner malam pun ada. Lengkap bangetttt.

Namun untuk destinasi religi, di Kabupaten Jember banyak yang gak tau. Padahal sejak dahulu Jember sudah dikenal dengan wisata religinya. Namun semakin lama semakin terkikis. Salah satu ikon religi yang dimiliki oleh Jember adalah Masjid Roudhotul Muchlisin dan Masjid Muhammad Cheng Hoo. 2 ikonik wisata religi ini ternyata masih memiliki daya tarik. Pada setiap harinya selalu ramai dengan pengunjung. Mari bahas 2 Destinasi wisata religi yang selalu bikin Jember makin rame ini.
Masjid Roudhotul Muchlisin Jember
Foto: Instagram @dedysukamto

Masjid Roudhotul Muchlisin berada di kecamatan Kaliwates. Deket banget dari pusat kota. Baru diresmikan tahun lalu lho. Dan sudah menjadi ikonik wisata religi di Jember. Keren kan? Apa yang bikin menarik perhatian pengunjung? Pastinya bentuk bangunan yang lain daripada yang lain. Futuristik euy, desainnya mirip kayak masjid-masjid yang ada di Timur tengah. Apalagi pilarnya tuh, dihiasi ornamen keren, jadi kayak istana gitu deh. Warnanya pun dominan warna kuning emas dan jingga, makin kayak istana deh. Tempatnya yang berada di pinggir jalan raya pun juga mendukung. Jadi setiap lewat bawaannya pengen mampir terus. 

Bila saat tiba waktunya sholat, masjid yang Roudhotul Muchlisin tak pernah sepi. Mobil maupun motor pun memenuhi lahan parkir yang ada. Padahal lahan parkirnya luas, itu pun full. Bahkan pernah ketika sholat Jum'at, mobil-mobil sampai parkir di pinggir jalan. Saking ramainya tuh. Pihak Masjid pun juga bekerja sama dengan Satlantas untuk hal parkir kalau sudah sampai parkir di pinggir jalan.

Untuk pengunjungnya, bukan hanya dari wisatawan lokal lho. Sering terlihat wisatawan mancanegara juga mengunjungi masjid ini. Kadang pihak Masjid memberikan bimbingan tuh sama bule yang berkunjung berkaitan dengan busana yang dikenakan. Keren gak tuh. Masih di resmikan tahun 2017 dan sudah menarik wisatawan mancanegara. Memang sih gak sedikit tuh yang datang ke Masjid Roudhotul Muchlisin hanya untuk hunting. Karena memang bentuk dan ornamennya bagus banget. 

Untuk ikonik wisata religi yang kedua yakni Masjid Muhammad Cheng Hoo. Masjid ini identik banget dengan arsitektur bertema klenteng. Oh iya tempat Masjid Muhammad Cheng Hoo ini berada di Kelurahan Sempusari Kecamatan Kaliwates. Gak jauh kok dari Masjid Roudhotul Muchlisin. 
Keren Banget Kan Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember
Foto: Instagram @ansoetomo

Kenapa bisa ikonik sih? Nah itu karena kalau dari jalan raya yang terlihat hanya pagodanya saja. Jadi dikiranya itu kelenteng. Kalau wisatawan yang belum pernah tau pasti menganggap Masjid Muhammad Cheng Hoo adalah klenteng. Tapi kalau melihat dari dekat akan tampak ukiran dan lukisan kaligrafi. Unik banget kan. Bangunan masjid Cheng Hoo bukan hanya ada di Jember lho. Di Surabaya, Palembang, dan Pandaan Pasuruan juga ada. Nah kalau pengen ngerasain suasana lagi ada di Cina, gak perlu jauh-jauh tuh ke Semarang, apalagi ke Cina, hehe. Cukup ke Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember aja. 
Cakep Buat Hunting Kan?
Foto: Instagram @febeeayulestari

Selain digunakan untuk kegiatan ibadah, Masjid Muhammad Cheng Hoo juga bagus banget tuh buat hunting. Gak jarang lho wisatawan datang jauh-jauh cuma untuk mengambil foto. Kalau gak percaya coba cari deh di #masjidchenghojember atau langsung ketik lokasi Masjid Muhammad Cheng Hoo Jember, pasti yang nampak foto-foto para punggawa Instagram Hits dengan foto yang ciamik. Gak nyesel deh hunting di Masjid Muhammad Cheng Hoo ini. 

Mungkin itu aja sih yang artikel  tentang destinasi wisata Jember, khususnya wisata religi. Buat para wisatawan, kuy lah bikin Jember makin rame. Kalau lagi berkunjung ke Jember gak mampir ke Masjid Roudhotul Muchlisin dan Masjid Muhammad Cheng Hoo gak lengkap tuh rasanya. Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselengarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger #2. 
Poster Lomba Blog Destinasi Wisata Jember #2
Foto: www.bloggerjembersueger.com

Read More

Senin, 23 Juli 2018

Taman Botani Sukorambi, Destinasi Wisata Edukasi Keluarga Kabupaten Jember

Taman Botani Sukorambi, Destinasi Wisata Keluarga Jember
Foto: taman botani Sukarami.com

Halo kembali bersamaku melankolis muda, hehe. Kali aku akan membahas tentang wisata yang ada di Kabupaten tetangga, yaps Kabupaten Jember. Sering baanget mengelilingi tempat wisata yang ada di Kabupaten ini namun jarang banget aku tulis. Nah yang menjadi topik kali ini adalah Taman Botani Sukorambi. Sudah ada yang tau? Atau masih belum? Yang belum tau, baca terus yuk.

Taman Botani Sukorambi Deket Kan Dari Pusat Kota
Foto: Dok. Pribadi

Taman Botani Sukorambi merupakan satu objek wisata yang bisa dibilang deket banget dengan pusat kota Jember. Kalau dari alun-alun hanya 7,7 Km, yah kalau ditempuh dengan kecepatan sedang sih hanya 17 menit sudah sampai di Taman Botani Sukorambi. Jember makin rame lho dengan munculnya Taman Botani Sukorambi sebagai destinasi wisata Jember, apalagi deket kan dari pusat kota.

Membahas tentang Taman Botani Sukorambi, wahana yang dimiliki sangatlah lengkap. Mendukung banget kalau dijadikan sebagai tempat wisata keluarga. Beberapa diantaranya adalah Pondok Baca, Rumah Pohon, Kolam Renang, Aneka Permainan Outbound, Berkuda dan Flying Fox. Lengkap banget kan.

Sampai saat ini, memang sudah banyak tempat wisata yang aku kunjungi di Kabupaten Jember. Namun, hanya Taman Botani Sukorambi yang bener-bener pengen kukunjungi karena rasa penasaran yang tinggi. Kenapa tidak? Aku merasa heran dan tak percaya karena di Taman Botani Sukorambi ada salah satu spot yang jarang aku temui di objek wisata lain. Spot apa itu? Yaps spot Pondok Baca. Banyak objek wisata bertebaran, tapi sangat jarang ada spot untuk membaca.

Nih Pondok Baca Yang Di Taman Botani Sukorambi
Foto: halokakros.com

Banyak yang sudah bercerita tentang adanya spot Pondok Baca di Taman Botani Sukorambi. Ingin rasanya merasakan sensasi membaca dengan suasana sunyi dan nyaman, bikin tambah fokus. Ruangan yang disediakan untuk membaca juga sangat mendukung, ada lantai dasar dan atas, siapa yang gak mupeng kalau gini. Apalagi kalau koleksi bukunya bervariasi, aduh jadi makin betah kan nantinya membaca.

Membaca adalah bentuk kegiatan yang sudah tak banyak digemari oleh anak-anak zaman sekarang. Namun Taman Botani Sukorambi melakukan hal yang terbilang edukatif. Memberikan tempat untuk para pengunjung untuk membaca, dengan memberikan fasilitas serta kenyamanan untuk membaca. Tak salah memang Taman Botani Sukorambi disebut sebagai taman wisata yang bertemakan edukasi. Semoga saja pas nanti aku mengunjungi Taman Sukorambi spot Pondok Baca jadi makin gede dan koleksi bukunya jadi makin banyak.

Bukan hanya spot Pondok baca yang menjadi salah satu acuan keinginanku untuk mengunjungi Taman Botani Sukorambi. Beberapa spot pernah terlihat mejadi tempat yang kece untuk hunting. Ketika melakukan pencarian di tagar Intagram dengan #tamanbotanisukorambi, pasti akan banyak terpampang foto-foto kece dari ribuan pengguna bertempat di Taman Botani Sukorambi. Gimana gak pengen coba, kalau spotnya pada cocok buat hunting.

Salah Satu Spot Hubting Favorit Menurutku
Foto : Instagram @lilacwuland

Salah satu spot yang paling banyak digunakan sebagai spot untuk hunting adalah spot yang banyak payungnya tuh. Aduh, pokoknya banyak banget deh yang hunting di spot itu. Dengan latar belakang jalan yang lurus dan dihiasi dengan payung warna-warni, payungnya juga banyak banget, foto jadi kece deh kalau hunting disitu. Recommended banget bagi yang suka jepret-jempret ngabisin isi memori dan anak sosialita hits. Bakalan gak nyesel kalau datang ke Taman Botani Sukorambi.

Mungkin itu aja sih yang bisa aku ceritain. Belum bisa cerita banyak karena memang belum pernah aku menjejakkan kaki di salah satu Objek Wisata yang lagi trending di Kabupaten Jember ini, hehe. Semoga dengan menulis keinginan untuk datang langsung ke Taman Botani Sukorambi, suatu saat aku bisa mengunjungi secara langsung. Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselengarakan oleh Taman Botani Sukorambi dan Blogger Jember Sueger #2. Yuk datang dan mengunjungi destinasi wisata Jember.
Poster Lomba Blog Destinasi Wisata Jember #2
Foto : bloggerjembersueger.com

Read More

Minggu, 04 Maret 2018

Gili Ketapang Probolinggo: Traveling Bareng Siswa MAN Lumajang

Gili Ketapang Shoot On Camera
Foto: Dok Pribadi



Halo apa kabar semua? Pastinya baik-baik saja kan. Kembali lagi bersamaku melankolis muda hehe. Rasanya udah lama banget nih gak nulis. Pantes tangan rasanya kok gatel. Yups, kali ini aku akan sedikit bercerita tentang trip terakhir bersama para siswa Madrasah Aliyah Negeri Lumajang (MAN Lumajang). Kemana sih trip kali ini? Seru gak sih? Nah pada penasaran kan, yuk simak dan baca terus.

Berawal dari ajakan salah satu siswa yang sudah duduk selama hampir 3 tahun di MAN Lumajang untuk main. Aku menyanggupi meskipun tak tau mau kemana sebenarnya, harap maklum diajaknya mendadak, yang penting bilang “he.em, oke”. Akhirnya pagi buta berangkat dengan mata sedikit ngantuk. Yang penting mah senjata sudah dalam daypack. Kalau yang belum tau, senjata utamaku yakni dompet, hp, powerbank, dan kamera. Itu aja udah cukup kok.

Trip kali ini terbilang seru men. Gimana gak? Orang kita naik motor cuy, tepat hari Minggu 18 Februari 2018 kemarin. Oh iya jadi lupa tujuan tripnya kemana coba. Tujuan trip bersama siswa MAN Lumajang kali ini adalah Gili Ketapang yang letaknya di Kabupaten Probolinggo. Gili Ketapang sendiri adalah pulau kecil yang saat ini menjadi tujuan destinasi favorit masyarakat Jawa Timur. Jadi harus naik perahu untuk nyebrang gitu. Sorry nih sebelumnya, karena selama perjalanan berangkat tak sempat mengambil gambar. Maklum cuy, mata masih sepet, pedes, bawaannya pengen merem mulu gara-gara berangkat pagi buta banget.

Singkat aja dah, sampainya di pelabuhan untuk menyebrang ke pulau Gili Ketapang. Untuk harga menyebrang sih menurut warga lokal bervariasi. Tergantung dah maunya yang gimana. Ada yang komplit sama makannya, sama potretnya, aduh pokoknya macem-macem lah. Jasa Guide juga banyak kok. Mungkin next trip bisa ku jabaran secara jelas banget. Atau bisa buka jasa guide ke Gili Ketapang di IG atau sosmed yang lain hehehe. Yang pasti kemarin tuh aku dan para siswa MAN Lumajang cuma bayar untuk perahu pulang dan pergi. 1 orangnya 40 ribu kalau gak salah.

Situasi dalam perahu sebelum berangkat, muka-muka para siswa MAN Lumajang hanya terlihat 3 kondisi. Pertama keliatan dah kayak ada yang seikit ketakutan, ada yang berani (ini mungkin udah pernah naik perahu), dan ada yang bingung. Hehe sekali lagi sorry nih gak sempet ambil gambar lagi. Sedang menikmati suasana diatas perahu, dimana yang pada takut akhirnya jadi terbiasa dan riang seperti yang lain. Sama persis ketika aku trip ke pulau seribu “jadi flashback kan”.
Situasi Pulau Gili Ketapang
Foto: Dok Pribadi

Perjalanan menggunakan perahu terbilang tak lama sih. Kira-kira 30 menit udah sampai tuh dari pelabuhan Probolinggo ke Gili Ketapang. Mana perahunya pelan lagi gak kebut-kebutan kayak waktu ke pulau seribu “aduh flashback lagi”. Sesampainya di pulau kecil bernama Gili Ketapang ini, langsung cuy disambut dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung. Rame banget dah. Gak salah memang kalau Gili Ketapang menjadi salah satu objek wisata favorit, orang yang dateng memang beneran banyak hehe.
Para Siswa MAN Lumajang
Foto: Dok Pribadi

Setelah sampai, kirain kan langsung mau keliling gitu yak, ternyata dugaanku salah. Kita langsung isi perut dulu buat amunisi biar kuat selama trip pas di pulau Gili Ketapang. Setelah makan inilah baru tuh keliling pulau Gili Ketapang dimulai. Kamera udah on fire, amunisi sudah terisi, kurang apa lagi coba? Kan tinggal kelilingnya doang. Setelah menemukan spot untuk foto, langsung dah para siswa MAN Lumajang mengambil posisi terbaik hehe, biar fotonya keren kece badai cuy haha.
Salah Satu Spot Foto Di Gili Ketapang
Foto: Dok Pribadi

Memang aku akui, dengan pasir pantai yang berwarna putih bersih terlihat indah dan membawa ketenangan dalam jiwa saat memandangnya “asek haha”. Cuaca yang panas tanpa setitik mendung juga sangat mendukung tripku bersama para siswa MAN Lumajang kali ini. bener-bener gak nyesel. Spot fotonya yang begitu banyak, terbilang ada yang antimainstream. Bagus banget dah. Ada juga salah satu spot yang berasa berada di Maldives. Buat kalian yang pengen snorkeling, yang nyelam-nyelam gitu, bisa juga dio Gili Ketapang ini. Begh pokoknya lengkap bahagia dah selama kalau trip ke Gili Ketapang mah.
Nyantai Asik Di Gili Ketapang
Foto: Dok Pribadi

Sebelum pulang, aku menyempatkan diri untuk berkeliling tanpa temen-temen dari siswa MAN Lumajang. Nah kalau waktu sih, aku memang secara khusus pengen jalan tanpa melakukan hal lain kecuali memotret. Namun sayang, setelah berjalan terpisah agak lama, ada beberapa siswa yang kebetulan bertemu denganku. Kerennya mereka bawa tempat buat ayunan, ah entahlah apa itu namanya haha. Seriusan gak tau aku, yang penting buat ayuanan. Dan pada akhirnya, jadi spot foto deh, dan mereka juga ikutan hehe.
Lapangan Voli Pantai Pulau Gili Ketapang
Foto: Dok Pribadi

Setelah puas berkeliling, aku mencoba untuk bergabung kembali dengan para rombongan. Dan ternyata sedang ada yang main voli pantai. Cocok banget kan, fasilitasnya memadai banget untuk berlibur. Berada di sekitar lapangan voli pantai hingga mentari terasa tak begitu menyengat. Menandakan aku dan para siswa MAN Lumajang harus bergegas untuk pulang. Yah, meskipun terasa belum puas karena masih tak mendapatkan foto sunset, apa boleh buat. Memang sudah waktunya. Apalagi keesokan harinya aku harus berada di meja kantor, sedangkan para siswa harus berada di meja masing-masing untuk menimba ilmu. Maklum sudah kelas 3 jadi harus rajin banget belajar buat Ujian Nasional.

Asal Potret
Foto: Dok Pribadi


Trip bersama siswa MAN Lumajang kali ini begitu mengesankan. Dapat teman baru juga, maklum awalnya mah aku gak kenal sama mereka, diem-dieman mulu waktu berangkat. Beda sama waktu pulang dah, akrab banget. Buat kalian siswa IPS 3 MAN Lumajang, sukses dah buat ujiannya. Yang mau kerja semoga dapat kerja, yang mau kuliah semoga diterima di perguruan tinggi yang diinginkan, dan yang mau nikah jangan lupa undangannya hehe.

Tempat Sampah Di Salah Satu Sudut Spot Gili Ketapang
Foto: Dok Pribadi


Oh iya pesan buat pengelola Gili Ketapang. Mohon ditambah fasilitas tempat sampah, yah biar makin bersih gitu. Karena kemarin di beberapa spot aku masih menemukan tumpukan sampah dan memang tidak ada tempat sampah. Dan juga mohon ditambah lagi fasilitas lain yang makin mendukung untuk hiburan dan liburan di Gilli Ketapang, biar makin hits dan ramai pengunjung. Kemudian himbauan bagi pengunjung sih, yuk jaga alam kita. Itu aja sih tulisanku kali ini. Tak begitu terperinci sih, tapi semoga menghibur dan bermanfaat. 

Kalau mau lihat hasil potretan yang keren-keren bisa lihat di Instagram @bimawidjanata dah. Dijamin keren pokoknya. Kalau bisa follow aja hehe.

Bima Widjanata Suwaji


Kegokilan Siswi MAN Lumajang
Foto: Dok Pribadi


Kegokilan Siswa MAN Lumajang
Foto: Dok Pribadi




Read More

Rabu, 24 Januari 2018

Ranu Bedali: Destinasi Wisata Trending Kabupaten Lumajang

Pemandangan Indah Ranu Bedali
Foto : Dok Pribadi

Halo kembali bersamaku melankolis muda hehe. Udah lama nih kayaknya tak memunculkan tulisan. Sebagai pembuka untuk tahun 2018, aku akan memberikan informasi tentang wisata yang lagi trend banget di Kabupaten Lumajang. Tempat wisata apasih sebenarnya? Kok bisa jadi trend sih? Penasaran kan? Baca terus yuk.

Ada yang tau istilah Ranu? Ranu memiliki persamaan arti dengan danau atau kolam. Biasanya orang Jawa bagian timur lebih sering menyebutkan nama ranu daripada danau. Nah untuk tempat wisata yang lagi trend sendiri berhubungan nih dengan kata Ranu, yakni Ranu Bedali. Ranu Bedali, merupakan salah satu kawasan wisata yang berada di kawasan utara kabupaten Lumajang. Kurang lebih 18 KM lah dari pusat kota, Cuma 40 Menit kok naik mobil. Nah Ranu Bedali sendiri masih berada di Kecamatan Ranuyoso, sekitar Gunung Lemongan. Sebenarnya ada 3 Ranu sih yang berdekatan dengan Gunung Lemongan, salah satunya ya Ranu Bedali ini.

Saat pertama kali datang (dulunya sih belum terlalu dirawat gitu), sudah disuguhi dengan pemandangan yang luar biasa. Yah hampir sama lah dengan melihat Danau yang lain, liat air haha. Tapi yang bikin terasa lebih wah yakni kita bisa melihat danau dari ketinggian. Berasa di Ranu Kumbolo lah, sebelas duabelas. Bedanya mah cuma di Ranu Bedali tak bisa melihat sunrise dan gak dingin di Ranu Kumbolo.

Sekarang, di Ranu Bedali sudah dilakukan pembangunan disana sini. Itu dia yang membuat obyek wisata ini menjadi trend, istilah jaman sekarang mah hits. Untuk akses menuju Ranu sih sudah sebagian yang dibangun. Jadi enak deh kalau mau jalan. Tapi ya gitu, harus usaha membakar dulu hehe. Apalagi kalau naiknya, terasa mah terasa itu betis saat jalan, nanjak bray. Kalau masalah view memang tidak diragukan lagi. Luar biasa bagus.


Ada beberapa spot untuk foto-foto. Di dekat parkiran disediakan foto boot, dan apabila lebih ke bawah lagi (kalau mau jalan) akan mendapatkan spot untuk foto lebih bagus lagi. Nah kebetulan aku gak mengambil foto nih yang didekat parkira. Tapi saat di bawah, aku mendaptkan spot yang menurutku menarik. Berasa kayak bukan di Lumajang deh kalau foto di spot yang kupilih. Dan kebetulan lagi (Duh perasaan banyak bange dah kebetulannya hehe)aku bertemu dengan kawan yang rumanya tak jauh dari Ranu Bedali. Jadi dia sudah yang kujadikan model untuk foto hehe.
Akses Pejalan Kaki Menuju Ranu
Foto : Dok Pribadi

Nih Temen Yang Jadi Model Hehe
Foto : Dok Pribadi

Banyak banget anak hits kekinian yang mengunjungi Ranu Bedali. Bukan hanya untuk berfoto ria, tapi juga untuk menikmati keindahan alamnya yang luar biasa. Oh iya, untuk kalian yang tak membawa bekal dan air minum. Jangan khawatir, di kawasan Ranu bedali banyak kok yang jualan. Tapi ingat, sebagai pengunjung jangan sampai meninggalkan jejak kecuali kenangan hehe (ini mah himbauan biar gak buang sampah sembarangan). Karena memang tak banyak tempat sampah yang disediakan oleh pengelola.

Wisata Ranu Bedali
Foto : Dok Pribadi

Yuk kunjungi Ranu Bedali. Lestarikan alam sekitar, khususnya kawasan alam Lumajang. Ikut membranding kawasan wisata di seluruh kawasan Kabupaten Lumajang. Itu saja dariku sang melankolis muda, Semoga bermanfaat.
Bima Widjanata Suwaji


Read More

Senin, 25 Desember 2017

Sumpah Aku Pernah Ke Subang: Panen Raya Bersama Di Perkebunan Agroindustri Wakaf Produktif Dompet Dhuafa

Panen Raya Bersama Dompet Dhuafa
Foto : Dok Pribadi


Halo kembali bersamaku melankolis muda hehe. Kembali berbagi informasi soal traveling nih. Eits, tapi traveling kali beda, beda banget. Kenapa aku sebut traveling kali ini beda, itu karena selain traveling aku juga memiliki kesempatan untuk menimba ilmu seputar agroindustri yang ada di Subang. Nah untuk informasi lengkapnya, baca terus yak. 

Jadi begini ceritanya, Dompet Dhuafa sendiri merupakan lembaga nirlaba milik masyarakat Indonesia berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF. Nah Program dari Dompet Dhuafa sendiri ada di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pengembangan sosial. Pada acara kemarin yang traveling bersama Dompet Dhuafa itu merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi. Yang dimana Dompet Dhuafa memberdayakan masyarakat di bidang perkebunan Agroindustri di Subang tepatnya di desa Cirangkong Kecamatan Cijambe.

Traveling ku berawal dari Jakarta menuju ke desa Cirangkong. Lumayan lah beberapa jam. Singkat saja, sesampainya di desa Cirangkong, langsung disambut dengan udara khas pedesaan yang dingin. Warna hijau terlihat sejauh mata memandang dan rumah yang teratur. Pokoknya nyaman banget deh rasanya ada di desa Cirangkong.

Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa sendiri merupakan hasil dari lahan wakaf yang telah terkumpul. Perkebunan Agroindustri ini ditanami buah naga, nanas, pepaya, dan jambu kristal. Lahannya sendiri memiliki luas yang terbilang luar biasa, yakni 8 ha. Nah untuk pengelolaannya dilakukan oleh kelompok petani Dompet Dhuafa. Eits bukan cuma tempat bercocok tanam lho di Perkebunan Agroindustri ini, melainkan ada juga peternakan domba.

Nah wawasannya terletak dimana? Ditempat ini juga aku belajar bagaimana cara menanam pohon buah naga serta nanas. Ini sih pembelajaran yang bagus banget buatku. Aku share nih gimana caranya menanam pohon buah naga dan nanas, biar tau juga kan. Siapa tau bisa dipraktekkan.

Kebun Buah Naga
Foto : Dok Pribadi

Hal penting dalam menanam buah naga sendiri, dari yang aku dapatkan dan lihat di lahan Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa yakni harus berjarak 3x3 meter. Untuk penyakit yang paling ditakutkan sih kanker batang. Bukan hanya bisa merusak 1 batang saja, tapi bisa menular ke batang yang lain. Bahaya bukan? Tapi kalau terkena penyakit ini bisa diatasi dengan pestisida alami kok. Dan ditangani secara cepat.

Kemudian untuk cara menanam buah nanas. Penanamannya dilakukan dengan cara 5 kali panen ganti bibit. Jadi kalau sudah 5 kali panen harus bin wajib diganti. Itu sih kata Mas Agung Kharisma selaku pendamping kelompok tani di Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa. Tujuannya adalah agar buah yang dihasilkan bagus. Oh iya kalau di lahan Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa, penanaman buah naga dan nanas dilakukan dengan cara tumpang sari.

Hasil dari Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa terbilang bagus bahkan luar biasa. Buah naganya berada di grade A atau berkualitas tinggi serta memiliki rasa yang manis. Penjualannya dalam bentuk masih buah segar pula. Dan untuk buah nanasnya adalah buah nanas madu yang dijual dalam bentuk buah segar dan bentuk olahan. Untuk bentuk olahan dari buah nanas hasil lahan Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa berupa konsentrat dan serat nanas. Ini sih untuk kebutuhan produksi selai nanas biasanya.

Mencoba Panen Buah Naga Sendiri
Foto : Dok Pribadi

Dengan adanya lahan wakaf Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa ekonomi masyarakat desa Cirangkong menjadi terangkat. Perbedaannya dilakukan agar masyarakat menjadi semakin produktif. Rencana tujuan yang diinginkan sih memang ingin menuju ke kawasan agrowisata. Agar ekonomi masyarakat semakin terangkat lagi. Oh iya hampir terlupa, di lahan ini juga telah dibangun semacam penginapan gitu untuk menunjang terwujudnya agrowisata.

Homestay Di Perkebunan Agroindustri Dompet Dhuafa
Foto : Dok Pribadi

Mungkin itu aja sih pengalaman travelingku bersama Dompet Dhuafa. Berfaedah banget dah pokoknya. Sudah jalan-jalan ke tempat yang baru pertama kali ku kunjungi, ditambah dengan belajar cara menanam buah. Semoga bermanfaat deh.
Read More

About