BLOG INI BERISI TENTANG CURAHAN HATI SANG MELANKOLIS MUDA YANG SUKANYA CERITA PENGALAMAN KETIKA JALAN-JALAN, NGULIK-NGULIK MAKANAN DAN TEMPAT NONGKRONG, KADANG BAHAS YANG LAIN. INTINYA BLOG INI GADO-GADO BANGET. MARI BERBAGI PENGALAMAN KETIKA KEMANAPUN, DIMANAPUN, DAN DALAM KEADAAN APAPUN. SELAMAT MEMBACA.~

Senin, 30 September 2019

Lagi Rame Bahas Event Loemadjang Mbiyen: Dalam Kesendirian Saat Lumajang Dibawa Ke Nuansa Zaman Dahulu


Event Loemadjang Mbiyen
Hadir Dalam Event Loemadjang Mbiyen
Halo kembali lagi bersamaku melankolis muda, hehe. Yops, aku hadir kembali membawa sedikit cerita perjalananku. Duh, pokoknya jalan lagi jalan lagi. Dan spesialnya lagi aku gak jalan-jalan jauh. Deket, tapi keren lho. Kemana sih? Dimana sih? Seru gak sih? Pasti pada penasaran nih. Kali ini aku menghadiri Event Loemadjang Mbiyen. Pengen tau acara ini tuh dimana dan kayak gimana acaranya kan? Baca terus deh.

Event Loemadjang Mbiyen
Event Loemadjang Mbiyen merupakan salah satu rangkaian kegiatan kepariwisataan yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Lumajang. Kalau tahun kemarin sih Loemadjang Jadoel, namun kali ini mengusung nama yang berbeda dan dengan konsep yang berbeda pula. Nah event ini dilaksanakan baru kemarin tuh, tanggal 27-28 September. Kesempatan kan buat jalan-jalan deket, itulah yang ada dipikiranku, hehe. 

Event Loemadjang Mbiyen
Penampilan Dari Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Di Event Loemadjang Mbiyen

Di tahun 2019 ini, Event Loemadjang Mbiyen dilaksanakan di PTPN Kertowono Gucialit. Lumayan jauh sih kalau dari pusat kota. Tapi akses menuju tempat ini masih terbilang enak sih. Gak ada jalan-jalan bolong disana-sini. Jalannya sudah lebar (meskipun dibeberapa titik masih dalam proses pengerjaan). Namun ketika mau sampe TKP nih, jalan baru sempit. Aku aja kena macet cuy. Hehehe, gak nyangka banget kena macet di suatu desa kan? Soalnya terakhir kena macet sih saat mudik. Tapi tak mengapa, demi hadir dan meramaikan kan apa salahnya?

Nuansa Zaman Dahulu Di Event Loemadjang Mbiyen
Ketika baru sampai, ku parkir Thomasku. Kamera ditangan. Permen Cupacup ku genggam (yaelah masih aja bawa cupacup). Ku langkahkan kakiku menuju TKP. Tak seberapa jauh. Namun yang bikin kagum adalah nuansa yang terasa saat itu. Rumah-rumah para karyawan perkebunan yang sederhana. Bahkan ada rumah yang masih seperti rumah jadul peninggalan Belanda. Halaman kecil didepan rumah yang minimalis tertata rapi. Hawa dingin sejuk datang menyambut.  Membawaku seperti di zaman dulu saja. Jujur memang, di TKP nih sinyal begitu susah. Entah sih provider lain. Tapi, hal ini yang bikin aku jadi merasa banget kek di zaman dulu, hehe.
Event Loemadjang Mbiyen
Miris Kan Dateng Sendirian Kalau Liat Beginian Huhu
Terus saja ku langkahkan kakiku. Ternyata, rame banget pengunjungnya. Duh mana banyak yang berpasangan lagi. Mana aku datengnya sendiri lagi. Ampun dah ampun. Miris tau, hehe. Saat yang lain bergandengan tangan jalan melewati gerbang menyambut di Event Loemadjang Mbiyen, malah aku menggenggam kamera dan permen cupacup, hahaha. Tapi santuyy, niat sudah pengen menikmati suasana dan cari kuliner. Bukan mau miris sedih liatin orang bergandengan. So, lanjut aja jalan.

Jajanan Yang Menggugah Selera Nyemil
Event Loemadjang Mbiyen
Duh Kan? Ada Cenil Dan Kawan-kawan Nih!
Dari pintu gerbang terdekat, langsung terlihat Pasar Rakjat. Wah ini nih. Jalan-jalan ke suatu event emang gak lengkap kalau gak nemu jajanan kan? Mulailah aku berkeliling. Dan bener aja, banyak banget jajajanan-jajanan yang menggugah seleraku. Yang pertama aku cari emang cenil dan kawan-kawan. Sukak banget dah sama jajanan yang satu ini. Belum jauh melangkah kaki ini langsung terdiam. Mata terjebak ke suatu stand yang memang ramai pengunjung. Ternyata mata auto fokus ke cenil yang dipegang oleh sang penjual. Dalam hati (alhamdulillah gak usah jalan jauh udah nemu), auto beli dah.
Kunikmati dengan santuyy. Bodo amat dengan yang berpasangan, penting mah makan, haha. Tak jauh dari stand jajanan tradisional ini, ada penampilan pertunjukan saat itu. Gak ngerti ini pertunjukan apa. Rame banget sampe gak bisa ambil gambar. Riweuh juga sih bawa kamera, bawa jajanan, haha. Yaudah aku lanjut aja nyari tempat buat menikmati jajanan yang udah ngejek perutku.

Antusiasme Masyarakat Dalam Event Loemadjang Mbiyen
Event Loemadjang Mbiyen
Lagi Ngobrol Santuy, Eh Ada Paparazinya Ternyata, Hehe
Saat aku mulai mencari tempat untuk bersantuyy, aku baru sadar kalau masyarakat yang hadir di Event Loemadjang Mbiyen ini mengenakan pakaian-pakaian zaman dulu. Ada juga yang pake pakaian tradisional. Jadi ngerasa gak enak nih aku. Dateng pake pakaian santuyy, sendirian pula gak kek orang-orang, haha. Tapi salut banget sama masyarakat yang hadir di event ini deh. Keren! Yang menghadirkan suasana zaman dahulu bukan hanya event, tempat, dan konsep bangunan aja. Para pengunjung pun juga menciptakan suasana zaman dahulu.
Terus saja aku berjalan, hingga aku melihat stand unik-unik. So, tak hanya banyak stand jajanan yang ada di event kali ini. Namun dari seluruh Kecamatan yang ada di Lumajang juga turut berpartisipasi. Aku pun tertarik untuk mampir nih. Mampirlah aku ke salah satu stand dari Kecamatan Tekung. Ternyata beliau yang jaga pun udah kenal, hehe. Jadi enak tuh buat ngobrol sejenak. Aku juga disuguhi dengan makanan-makanan khas zaman dulu. Ada Marning (jagung), keripik singkong, dan kerupuk. Tak luput kopi menemani obrolan yang jadi panjang dan lebar. Jadi agak lama deh ngobrolnya. Di stand Kecamatan Tekung ini mengusung konsep Jepang nih. Bahkan ada salah satu yang jaga mengenakan pakaian ala-ala tentar Jepang zaman dulu gitu. Lengkap pula dengan senjatanya. Gokil!

Event Loemadjang Mbiyen
Keren Kan Ada Tentara Jepang Di Loemadjang Heritage
Setelah lama ngobrol, dan tak terasa juga hari semakin sore. Aku pun terus melanjutkan berkeliling sebelum lanjut untuk pulang (gak kuat liat orang gandengan, haha). Ehh aku menemukan jajanan khas dari luar Lumajang nih. Ada kerak telor. Aslinya pengen, tapi udah kenyang juga (alibi duit habis). Jadi gak beli dah. Tak hanya jajanan tradisional yang aku temui sepanjang jalan sebelum pulang ini. Banyak juga jajanan hits lho. Bener-bener manjain masyarakat kan? Jajanan tradisional ada. Hiburan pertunjukan untuk masyarakat ada. Tak heran kalau emang banyak banget masyarakat yang hadir ke Event Loemadjang Mbiyen ini. 
Event Loemadjang Mbiyen
Ada Yang Doyan Nasi Jagung? Ada Nih Di Loemadjang Mbiyen

Event Loemadjang Mbiyen
Jajanan Kerak Telor, Siapa Yang Suka Hayo?
Mungkin itu aja sih cerita sedihku liat orang gandengan, ehhhh salah. Ceritaku saat hadir ke Event Loemadjang Mbiyen. Event keren yang diadakan oleh pemerintah Kabupaten Lumajang. Semoga aja tahun depan ada lagi dan makin rame. Aminnn. Kalau ada pertanyaan langsung aja di kolom komentar yak, bakalan dibales kok santuyy.
Terima kasih.~


Read More

Kamis, 26 September 2019

Oleh-oleh Khas Lumajang Yang Wajib Dicoba: Jalan-jalan Ke Rumah Produksi Alta Olahan Strudel Lumajang

Oleh-oleh Khas Lumajang
Jalan-jalan Kerumah Produksi Oleh-oleh Khas Lumajang "Rumah Alta"
Halo kembali bersamaku melankolis muda, hehe. Duh, akhirnya jalan-jalan lagi dah. Gak pernah ngerasa bosen emang kalau udah berurusan dengan yang namanya jalan-jalan. Eitsss, jangan salah. Kali ini jalan-jalanku sangat terasa berbeda. Bukan ke alam-alam, bukan juga ke tempat penuh historis (rumah mantan wkwk). Tapi kali ini aku berburu Oleh-oleh Khas Lumajang yang wajib dicoba para wisatawan bila berkunjung ke Lumajang. Penasaran kan aku berburu oleh-oleh khas yang kayak gimana? Baca terus yuk.
Lumajang, merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Jawa Timur. Memiliki kontur wilayah yang luar biasa istimewa dan juga memiliki segudang destinasi wisata. Tapi kalian udah pada tau gak sih kalau Lumajang ini kaya banget dengan yang namanya buah pisang? Pasti sih ada yang tau dan ada yang belum nih. Memang tuh di sekitar rumah-rumah masyarakat Lumajang ini lumrah banget ditemui pohon pisang. So, pasti buahnya banyak juga kan hehe.
Nah aku mendengar kalau ada oleh-oleh yang menarik dan terasa sangat asing di telinga nih. Dan katanya Oleh-oleh Khas Lumajang ini salah satu bahan dasarnya pisang. Yah namanya aku suka banget dengan buah pisang. Akhirnya tergugah seleraku. Bergejolak dah pengen cepet-cepet nyobain. Penasaran! Dan pada akhirnya aku dapet nomornya, langsung aja aku hubungi. Lagi produksi apa engga, lagi stay apa engga, dan macem-macem dah. Intinya aku ngubungin tuh buat dateng langsung ke rumah produksinya. Gak puas kalau cuma beli tapi gak tanya-tanya ownernya. Maklum, kebiasaan banyak tanya, hehehe.
Oleh-oleh Khas Lumajang
Yuk Berburu Studel Khas Lumajang
Oke singkat cerita. Hari itu aku otw ke rumah produksi. Tempatnya ada di Perumahan Bumirejo, Sumberejo Kecamatan Sukodono Kabupaten Lumajang (nanti aku kontak dan alamat lengkapnya di akhir deh). Ketika masuk perumahan, petunjuk arahnya ada kok, santuyy. Setelah sampai, ternyata Oleh-oleh Khas Lumajang ini adalah Strudel. Strudel? Bukannya identik dengan Malang? Eitsss, salah cuy. Yang kali ini beda. Ini adalah khas Lumajang. Pisang sebagai salah satu bahan dasar pembuatannya. Awalnya, aku sendiri juga kaget. Tapi memang begitulah adanya.
Rumah Alta, itulah nama Rumah Produksinya. Sturdel yang berbahan pisang menjadi andalan nih. Menarik kan? Ada oleh-oleh khas yang antimainstrem, hehe. Ku sempatkan untuk ngobrol dengan Ibu Sri Utami. Beliau merupakan owner dari Rumah Atla yang memproduksi berbagai macam olahan makanan ini. Yah namanya juga si melankolis kan, hehe. Pastinya rugi banget kalau gak tanya-tanya. Kebetulan banget, pas aku dateng ternyata lagi produksi tuh. Pengen banget aku liat prosesnya sih. Tapi kan namanya lagi produksi, pasti pekerjanya lagi riweuh (sibuk) tuh. So, takut ganggu aja aku hehe. Mending kalau bisa bantuin kan? Lah aku bisanya mencicipi doang, hehe.
Oleh-oleh Khas Lumajang
Ranu Cake Produksi Rumah Alta
Di Rumah Alta ini, seperti yang sudah kubilang tak hanya memproduksi studel doang. Ada beberapa olahan makanan yang lainya. Ada Ranu Cake Barian Rasa, Strudel Varian Rasa, Strudel Premium Edition, Pia, Bolen, dan Rambak Pisang. Semua olahan makanan yang ada rata-rata berbahan pisang lho. Yah meskipun ada beberapa yang bukan.

Oleh-oleh Khas Lumajang
Kemasannya Keren Kan? Tetep Kece Dibawa Kemana-mana
Saat itu aku nyobain Strudel Pisangnya tuh. Begh, rasanya manis coklat lumer dan pisang berpadu jadi satu. Maknyusss lah pokoknya. Suwerr. Ini hanya satu varian aja nih yang aku cobain. Gimana dengan varian yang lain yaa? Duh jadi Mupeng dah. Mungkin next time bisa nyobain. Bukan hanya dari segi rasa. Tampilan kemasan yang ada pun begitu bagus. Keren gitu, elegan. So, buat kalian gak bakalan malu dah kalau mau bawa-bawa kesana kemari. Biasanya kaum adam nih. Yang malu kalau disuruh bawa oleh-oleh karena kemasan yang kurang menarik. Kalau bawa Oleh-oleh Khas Lumajang dari rumah produksi Alta dijamin dah tetep kece. Kalau untuk harga, strudelnya hanya dibandrol 27K – 32K, Ranu Cake 32K – 35K, Strudel Premium Edition 35K, Pia 30K, Bolen 20K, dan Rambak Pisang 15K – 35K. Begh, mantul gak tuh. Murah kan?
Oleh-oleh Khas Lumajang
Keluarga Bapak Hendri Dari Madiun Lagi Berburu Oleh-oleh Khas Lumajang
Ada satu lagi pengalaman luar biasa yang aku dapetin saat berkunjung ke rumah produksi Alta. Ternyata nih, aku berbarengan dengan salah satu pembeli yang berasal dari Madiun. Wuh, jauh kan. Namanya Bapak Hendri. Beliau ke Lumajang karena ada kegiatan bersama keluarganya. Dan saat itu pengen cari oleh-oleh sih katanya. Dan beliau ini langsung menuju ke rumah produksi Alta untuk berburu Strudel dan Ranu Cake. Menurut penuturan Bapak Hendri sih, suka banget berburu oleh-oleh. Sekeluarga emang kebiasaannya begitu. Belum puas kalau belum bawa oleh-oleh. Nah karena beliau ada di Lumajang, jadi beliau pengen tuh bawa Oleh-oleh Khas Lumajang untuk keluarga dan temen-temen di Madiun. Gokil abis. Masyarakat luar Kabupaten pun sudah banyak yang tau.
Oleh-oleh Khas Lumajang
Serius Kalian Gak Pengen Strudel Khas Lumajang?
Itulah ceritaku saat aku dateng ke rumah produksi Alta yang memproduksi beberapa jenis olahan makanan. Gak lengkap nih rasanya main-main traveling ke Lumajang kalau gak bawa Oleh-oleh Khas Lumajang-nya juga. Rekomendasi banget nih buat kalian yang lagi berkunjung ke Lumajang. Berburu strudel, hehe. Jadi gak cuma di Malang doang kan? Lumajang juga punya. Kalau ada pertanyaan langsung di kolom komentar yak, bakalan dibales kok, santuyy. Atau bisa tuh ngubungin langsung di nomor yang aku kasih dibawah. Terima kasih.~

Strudel e Lumajang
Phone: 081252699876
Outlet: Perumahan Bumi Rejo Permai Blok T. 3, Sumberejo, Kec. Sukodono, Lumajang
Instagram: @strudel_e_lumajang


Read More

Selasa, 24 September 2019

Jalan-jalan Ke Kampoeng Heritage Malang: Bukan Perjalanan Cerita Cinta

Kampoeng Heritage Malang
Kampoeng Heritage Malang
Halo kembali lagi bersamaku melankolis muda, hehe. Huft, aku emang sering jalan-jalan. Tapi, untuk kali ini bukan perjalanan yang seperti biasanya. Saat berada di Kota Malang, aku menyempatkan untuk dateng ke subuah tempat yang menurutku sangat menarik. “Jalan-jalan ke Kampoeng Heritage Malang”. Mungkin itu kalimat yang pas buat judul cerita perjalananku kali ini. Kampung Heritage ini tak jauh dari stasiun, bahkan tergolong deket banget dari alun-alun Kota Malang. Seperti apasih kisahku kali ini? Coba baca terus deh.

Memulai Perjalanan Dengan Rasa Lapar
Pagi itu, aku bangun sepagi mungkin dan menyiapkan diri untuk jalan-jalan bareng temen-temen. Yah meskipun belum tau sih mau kemana, hehe yang penting sih siap aja yak kan? Yasudahlah gak penting. Keluar dari penginapan, aku pengen cari sarapan pecel. Keliling-keliling cari, dan akhirnya menemukan warung di pojokan pinggir jalan. Murah banget, gak sempet aku fotoin sih pecelnya. Tapi yang pasti rasanya enak, hehe (orang laper mah enak aja). Sarapanlah dengan kenyang disitu. Dengan ditemani the anget andalan aing. Setelah puas (kenyang) barulah jalan lagi.
Lepas dari warung pecel aku menuju alun-alun. Jalan kaki tuh, jadi habis makan langsung bakar lemak tuh aku. Sesampainya di alun-alun, dari sinilah bermula perjalanan yang bikin hati kurang enak, hehe. Banyak kaum adam dan hawa sedang bergandengan tangan. Miris banget kan jadi aku. Mending kalau LDR, lah ini jomblo, haha. Tapi santuyy aja lah, aku lanjutin aja jalan-jalanku. Keliling aja terus aku di alun-alun, padahal saat di alun-alun ini aku pengen cari jajanan, hehe sempol lebih pas-nya. Tapi apa dikata, lawong gak ada. Akhirnya aku lanjut aja jalan menuju “Kampoeng Heritage Malang”. Siapa tau ada jajanan kan hehe.
Baru aja jalan dari alun-alun, aku sudah disuguhi oleh pasangan yang sedang bikin video prewedding. Begh, jiwaku rasanya runtuh cuyy. Ya miris, ya pengen tapi sama siapa, ya bodo amat, ya banyak dah yang ada di dalam pikiran, haha. Aku skip aja, lanjut jalan. Gak jauh sih sebenernya dari alun-alun. Aku jalan kaki sekitar 10 menitan dah. Itu pun aku sambil motret-motret. Ya deket gitu dah pokoknya.

Depot Es Talun Kampoeng Heritage Malang
Kampoeng Heritage Malang
Es Teler Di Depot Es Talun Seger Banget Emang
Suguhan perumahan lawas sudah terlihat dari bibir gang. Pintu masuknya ya lewat gang kok. Dan jangan pernah berpikir kalau selama di Kampoeng Heritage Malang ini bakalan ada kendaraan untuk berkeliling. Gak ada cuy. Orang masuknya aja lewat gang kan. Tapi nih, di sebelah pintu masuk, aku tergoda dengan Depot Es Talun. “Kayaknya seger tuh?” Itulah yang ada di pikirannku. Eitsss, ternyata temenku juga pemikiran yang sama, hehe. Mampir dan pesenlah seporsi es teler biar ntar jalan bisa oleng (becanda kali). Yah sekalian nungguin temen satu lagi yang belum dateng. Lumayan minum es seger meskipun bukan cendol dawet yang terkenal lagunya. Untuk harganya sih lumayan murah. Berkisar dari harga 5-15 ribu udah dapet es seger di Depot Es Talu ini.

Tiket Masuk Kampoeng Heritage Malang
Temen udah dateng dan es udah habis, hehe waktunya untuk jalan. Temenku jadi gak kebagian es dah. Siapa suruh telat kan. Lanjut, mulai jalan kaki menyusuri Kampoeng Heritage Malang. Bayarnya cuma 5 ribu cuy, murah bet kan? Selama perjalanan, mata akan dimanjakan oleh bangunan-bangunan perumahan warga yang bangunannya masih jadul. Sederhana namun tetap terjaga. Spot foto juga banyak tersebar di berbagai sudut. Yah namanya juga anak muda milenial kan. Gak foto ya gak asik. Pokoknya pantang pulang sebelum memori kamera full, hehe. Eh, sepanjang perjalanan ini juga banyak tersebar jajanan dan makanan yang dijual oleh masyarakat sekitar. So, jangan khawatir kelaperan dah.
Kampoeng Heritage Malang
Kisah Cintanya Iman Nih Hehehe
Semakin jauh kaki melangkah. Ada satu kejadian lucu yang dialami oleh temenku. Sebut saja namanya Iman (nama samaran, hehe) Bagiku sih lucu, tapi entah dengan yang dirasain oleh temenku itu. Mungkin seneng kali karena mendapatkan benih cinta, hahaha. Jadi, ketika duduk di salah satu spot foto, Iman disamperin perempuan tuh. Langsung minta difoto gitu. Dan yang bikin ngakak nih, fotonya kok jadi mesra yak kalau diliat-liat. Kek serasi gitu dah. Jadi nemu bahan ceng-cengan selama keliling kan. Si Iman juga gitu, malah tambah seneng dicengin. Yaudah santuyy aja kan ya.

Jajanan Di Kampoeng Heritage Malang
Kampoeng Heritage Malang
Jajanan Tradisional Di Kampoeng Heritage Malang
Aku punya cerita tersendiri di Kampoeng Heritage Malang ini. Hayo apa coba? Cerita cinta juga? Cerita yang bikin baper? Hehehe, salah semua tuh. Jadi memang aku lagi demen dan pengen banget makan jajanan tradisional. Nah kebetulan banget, pas lagi di Malang itu aku pengen makan cenil, lupis, dan kawan-kawan. Emang gak pernah keliling di tempat wisata yang satu ini. So, masih awam. Ketika jalan lumayan jauh (udah berkeringat ngabisin aqua ¾ botol), aku sampai di pasar tradisional. Weh, sontak aja kan temenku manggil dari kejauhan karena dia yang sampai duluan. Ternyata ada cenil, lupis, dan gatot. Ya auto beli lah, haha.
Aku merasa beruntung banget. Ketika lagi pengen dan langsung ada di depan mata. Sambil buat pesenan-pesenan yang diminta oleh para wisatawan yang dateng duluanuntuk membeli. Ya jadinya aku menyempatkan untuk berbincang deh. Ibu-ibu yang jual ramah banget. Tapi hanya bisa berbincang dengan menggunakan bahasa Jawa aja sih. Tangan begitu luwes. Dan acap menyapa para pembeli. Satu porsinya hanya di bandrol 4 ribu aja. Murah kan? Banget lah menurutku. Jajanan yang udah sulit ditemui dan hanya dibandrol harga segitu. Mana porsinya banyak lagi. Yang awalnya beli jajanan hanya untuk ganjel sebelum makan siang malah kenyang duluan, hehe. Kalau untuk rasa, huft memang jajanan tradional cenil lupis dan kawan-kawan ini bikin nagih dan kangen. Pokoknya kalau aku ke Kampoeng Heritage Malang lagi harus beli jajanan ini lagi.
Puas makan jajanan, aku kembali melanjutkan perjalanan. Pemandangan masih sama. Nuansa dan suasana pun masih sama. Bener-bener terjaga dari awal sampe pertengahan perjalananku. Masyarakatnya pun begitu ramah-ramah tau. Murah senyum banget. Yaudah aku jalan senyum-senyum mulu biar keliatan ganteng, eaaaa.

Musik Klasik Kampoeng Heritage Malang
Kampoeng Heritage Malang
Gak Dengerin Musik Malah Foto-foto Mulu
Kebetulan banget. Ketika aku berkeliling menyelusuri kampung keren ini, ada persembahan musik nuansa klasik yang disuguhkan untuk wisatawan. Perasaan banyak kebetulannya dah aku ini selama di Kampoeng Heritage Malang ini. Mungkin karena bertepatan hari Minggu kali ya aku dateng kesini. Jadi ada persembahan musik. Aku pun gak ngerti. Saat itu, banyak lho para wisatawan yang menyumbangkan suara untuk bernyanyi. Kalau aku sendiri ya enggak lah, haha. Gak ngerti lagu-lagu klasik mah aku. Ngertinya lagu dangdut cuy (emang asik lagu dangdut kan bisa bikin joget). Lama aku menyaksikan mereka. Kemudian aku lanjutkan kembali setelah tak terlalu capek. Kan jalan kaki cuy, ya pegel capek lah aku.
Setelah dari persembahan musik. Tak jauh dari situ sudah pintu keluar. Dan selesailah cerita perjalananku. Banyak cerita tercipta di Kampoeng Heritage Malang. Yah, meskipun bukan cerita cinta sih. Malah cerita cintanya si Iman, hehe. Buat kalian yang pengen tanya-tanya langsung dikolom komentar aja ya. Bakalan aku bales kok, santuyy. Tunggu cerita menarik, seru, baper di tempat yang lainnya. Terima kasih.~
Read More

Selasa, 17 September 2019

Malang Flower Carnival 2019: Berkeliling Dan Menyaksikan 300 Talent Berkostum Keren


Halo kembali lagi bersamaku melankolis muda, hehe. Yops kali ini aku akan menceritakan pengalamanku saat hadir di Malang Flower Carnival 2019 nih. Udah pernah dateng belum? Atau baru aja denger sekarang ini kalau di Malang ada Flower Carnival. Jujur nih aku juga baru tau, hehehe. Makanya bisa dateng plus motret-motret saat acara ini adalah suatu kesempatan yang pas bagiku. Bagaimana serunya Malang Flower Carnival 2019 sih? Baca terus yuk biar gak penasaran.
Malang Flower Carnival 2019: Rame dan Penuh Antusiasme
Malang, dengan notaben Kota Bunga masih melekat di telinga masyarakat luas. Dan itu sampai saat ini. Aku pun tak mengerti mulai kapan julukan ini diberikan untuk Kota Malang. Tapi, emang setiap Kota ataupun Kabupaten di seluruh Indonesia memang memiliki julukan-julukan tersendiri sih. Namun khusus untuk Malang, banyak banget julukannya. Malang Kota Apel lah, Kota Pendidikan lah, duh dan banyak lagi deh, hehe. Dan sekarang aku baru tau kalau Malang juga Kota Bunga.

Salah Satu Talent Di MFC 2019
Berhubungan banget dengan julukan Kota Bunga, diadakanlah MFC (Malang Flower Carnival) 2019 ini. Tempatnya di Jalan Ijen. Yah tempatnya CFD hits di Malang. Serunya lagi, bukan hanya flower carnival aja nih hehe. Banyak juga jajanan-jajanan ataupun oleh-oleh yang bisa dibeli oleh para pengunjung. Kebetulan sih aku belinya telur gulung. Jajanan favorit pas SD dulu. Mumpung ada kan jadi langsung aku beli aja nih.
Suasana di Jalan Ijen sangatlah berubah total. Banyak banget masyarakat yang antusias untuk melihat Malang Flower Carnival 2019 ini. Kenapa sih kok bisa gitu? Mungkin salah satu alasannya karena penampilan yang suguhkan oleh salah satu grup bandnya. Lagunya asik sih yang dibawain. Lagu-lagu zaman dulu dan sekarang pun dijabanin buat menghibur masyarakat yang hadir. Tak hanya itu sih, ada penampilan Drum Band dari salah satu sekolah juga yang turut berpartisipasi untuk menyuguhkan hiburan. Eits, tak lengkap kan kalau ada acara carnival tanpa penampilan tari tradisional hehe. Ada juga kok kemarin. Pokoknya lengkap.

Talent Malang Fashion Week
Nah lanjut, entah lanjut kemana, hehe. Maksudnya sih lanjut bahas Flower Carnival-nya. Malang Flower Carnival ini, acara sebenernya kayak fashion gitu. dengan busana dan bertemakan bunga dan alam. So, gak hanya bunga aja sih, hewan juga ada kek burung-burung gitu. Nantinya juga para talent yang jumlahnya 300 ini berjalan layakya di catwalk, hehe. Peserta talent-nya gak cuma dari Malang kok. Dari berbagai Kota lain juga turut hadir berpartisipasi.
Saat acara inti di mulai nih, dimulai dulu dari Malang Fashion Week dulu. Jadi wanita-wanita cantik berjalan melenggak-lenggok mengenakan pakaian yang dirancang oleh beberapa Designer. Setelah itu baru deh talent Malang Flower Carnival bermunculan satu-satu. Ehhhh, gak Cuma perempuan doang nih yang ikutan, laki-laki pun juga ada yang berpartisipasi. Bahkan anak-anak juga banyak kok. Keren deh pokoknya. Antusiasmenya bukan dari masyarakat doang untuk menonton. Tapi para talent-nya juga.
Aku sempat berkeliling untuk bertanya-tanya. Sebenernya alibi doang nih. Aslinya mau ke swalayan beli minum tapi ditengah perjalanan malah ketemu talent-nya. Yaudah aku tanya-tanyain deh. Kepo sih. Menurut pemaparan dari seorang talent yang ketulan dia dari luar kota, keren. Salut banget deh. Eits hamper kelupaan. Ada satu yang bikin aku bangga. Ternyata nih, salah satu talent yang berpartisipasi ada yang dari Lumajang. Gokil gak tuh. Dari kota kelahiranku juga ada yang ikutan. Begh seneng bet dah itu, ketika MC memanggil talent dan disebutnya dari Lumajang. Bangga cuy.


Masyarakat Yang Hadir Menyaksikan MFC 2019
Puas aku menyaksikkan talent berkostum keren. Aku pun beranjak untuk pulang (balik ke tempat temen lebih tepatnya). Sempat pula aku bertemu dan ngobrol sejenak bersama salah satu masyarakat yang hadir untuk menyaksikkan Malang Flower Carnival 2019 ini. Menurut beliau nih, acara kali ini keren dan rame banget. Malah mereka pengen bet foto bersama salah satu talent yang kostumnya gede bet. Aku sih gak tau yang mana yang gede. Yang aku tau mah semua talent-nya keren. Gitu aja, hehe.


Coba Jadi Paparazi Di MFC 2019
Talent Yang Memberikan Penampilan Di MFC 2019
 Itulah pengalamanku saat dateng ke acara Malang Flower Carnival 2019. Yang baru pertama kalinya aku tau dan aku datangin. Padahal dari tahun-tahun lalu ada katanya.  Kesan keren dan takjub selalu terngiang dan menari-nari di kepala. Buat kalian nih, tahun depan wajib dateng deh ke Malang Flower Carnival. Hiburan ada, jajanan ada, oleh-oleh ada, lengkap bukan? Wajib lah pokoknya. Oh iya, kalau ada pertanyaan langsung di kolom komentar yak. Bakalan dibales kok, santuyy. Terimakasih.~
Read More

Ubud Hotel & Cottage Malang Bikin Flashback Kenangan: Berasa Bali Dipindahkan Ke Malang

Jalan-jalan Ke Ubud Hotel & Cottage Malang
Foto: Instagram @bimawidjanata


Halo kembali lagi bersamaku melankolis muda, hehe. Wah kembali lagi aku bakalan menceritakan kisahku saat jalan-jalan. Yah namanya juga kebutuhan kan ya, jadi ya jalan-jalan mulu dah. Kali ini aku dateng ke suatu tempat yang menurutku sih bikin flashback banget, sumpah. Lain deh dari kisah-kisah yang pernah ku tulis sebelumnya, hehe. Apa sih sebenarnya? Pasti bertanya-tanya? Dari judul aja udah bikin penasaran tuh. Bali dipindahkan ke Malang. Maksudnya apa sih? Daripada tanya mulu bikin bingung, baca terus yuk biar tau.


Nuansa Di Ubud Hotel & Cottage Malang
Foto: Dok. Pribadi
Pura, patung arca agama hindu, janur kuning. Itu semua identik dengan nuansa Bali. Memang betul dan tak salah menurutku. Tapi aku menemukan tempat yang begitu mirip dengan nuansa Bali ini di Kota Malang. So, wah banget menurutku. Jarang, bahkan aku juga baru pertama kalinya menemukan tempat seperti ini. Berasa Bali dipindahkan ke Malang. “Ubud Hotel & Cottage Malang” ini lah tempat yang bernuansa Bali tersebut. Dilihat dari namanya, Ubud Hotel & Cottage Malang merupakan tempat menginap. Memang, tapi nuansa yang diberikan oleh penginapan ini sangatlah kental dengan Bali. Otentik dari segi bangunan, dan kental budaya dari segi pelayanan. Kenapa aku bilang demikian? Baru aja masuk nih, aku udah disuguhi pemandangan arsitektur patung layaknya ketika berada di Pura tempat sembahyang umat Hindu. Bukan hanya itu, para pelayannya pun memakai pakaian adat Bali gitu. Kan keren yak, jadi berasa liburan ke Bali, hehe. Padahal lagi ada di Malang.


Kamar Di Ubud Hotel & Cottage Malang
Foto: Dok. Pribadi
Di Ubud Hotel & Cottage Malang itu kayak gimana sih? Oke, aku ceritain fasilitas yang ada dulu. Baru kemudian nanti aku ceritain pengalamanku saat menjelajahi tempat yang satu ini. Mari mulai menceritakan semuanya, hehe. Biar kalian pada mupeng, pengen dateng ke tempat yang satu ini. Fasilitas yang pertama nih, pastinya tempat menginap. Namanya juga penginapan kan? Masak iya gak ada tempat untuk nginapnya. Kan ya bisa berabe, hehe. Kalau kalian pengen yang seger-seger,di Ubud Hotel & Cottage juga ada boskuh. Kolang renangnya ada 2. Dengan kedalaman yang berbeda pula. Kalau kalian pengen dateng Cuma buat renang doang bisa kok. Ada paket berenang aja kok, santuyy.

Akhir-akhir ini kalau ingin mengadakan acara pernikahan, orang-orang biasanya suka banget di tempat yang bagus. Tanpa ribet pastinya. Eitssss, di Ubud Hotel & Cottage Malang juga bisa. Ada beberapa paket yang bisa dipilih dan dengan harga yang berbeda-beda. So, menikah tanpa ribet pastinya lebih santuyy kan. Tak hanya itu kok. Kalau kalian pengen meeting, dan bosen meeting di kantor mulu. Langsung aja ke Ubud Hotel & Cottage Malang ini. Kan enak bisa meeting dengan nuansa yang berbeda. Pasti meetingnya bakalan lebih berfaedah, hehe.


Salah Satu Pegawai Di Ubud Hotel & Cottage Malang
Foto: Instagram @bimawidjanata
Mana nih cerita tentang keindahannya? Cerita flashbacknya mana? Mana? Duh sabar-sabar. Iya aku bakalan cerita juga tentang pengalamanku menjelajahi Ubud Hotel & Cottage Malang ini kok. Oke, saat aku baru pertama memarkirkan kendaraan. Bangunan otentik bali kokoh berdiri sembari angin berhembus perlahan dan santai. Luas mata memandang bakalan dimanjakan banget disini. Setelah mulai untuk masuk, resepsionis bakalan menyambut dengan senyuman manis terbaiknya. Mana saat itu para pelayan yang ada memakai pakaian adat Bali lagi, huft. Disinilah flashback mulai bergejolak. Mengingat masa ketika masih bersamanya. Masih suka nganterin ke Pura untuk sembahyang. Kenangan muncul ke permukaan pikiran seketika. Mengalihkan pemikiran tentang keindahan yang ada.

Eitsss, kok malah cerita baper. Kan bukan novel romantika nih, hehe. Lanjut lagi ke pemabahasan keindahan Ubud Hotel & Cottage Malang. Baru beberapa menit berjalan. Kolam renang dengan air yang jernih menghadang pandangan nih. Bawaannya pengen nyebur dah. Seger bet lah keliatannya. Tapi saat itu aku gak bawa baju untuk berenang. Jadi aku urungkan niat untuk mainan air, hehe. Di sekitar kolam renang pertama (kolam renang atas) terdapat beberapa kamar untuk menginap. Beh tempatnya Instagramable banget cuy. Jangan ngaku hits dah kalau belum foto di penginapan keren ini. Apalagi kalau foto spot satu ini bakalan bener dah dikira lagi ada di Bali. Ehhh, kolam renang gak cuma satu kok. Ada kolam renang kedua yang posisinya ada di bawah. Gak kalah Instagramable kok dengan yang atas. Bagus bet dah. Apalagi ada tempat berjemur gitu di pinggirnya. Menambah gairah untuk bermain air dan bersantuy ria, hahaha.


Jus Jambunya Bikin Seger dan Nagih
Foto: Dok. Pribadi
Aku juga sempat berkeliling dan masuk ke tempat menginapnya. Kamarnya bagus. Pastinya dengan kasur empuknya yang bikin nyaman. Cocok banget buat yang pengen melepas penat menghadapi keras dan riweuhnya kehidupan. Pas kan, kamar nyaman untuk beristirahat. Ada kolam renang bikin mupeng mainan air. Nuansa dan suasana tentram damai layaknya di Bali. Fix, kalian wajib nyobain menginap di tempat yang satu ini, hehehe. Eitsss, ebelum pulang pastinya aku mencicipi masakan yang ada di Ubud Hotel & Cottage Malang dong. Kurang lengkap dah rasanya kan kalau belum sempat icip-icip, hehe. Saat itu aku makan beberapa masakan khas dari Bali. Rasa pedes dan gurihnya memang sama persis berasa masakan orang Bali.


Pegawai Ubud Hotel & Cottage Malang Menyambut Para Tamu
Foto: Dok. Pribadi

Nuansanya Bali Banget Kan?
Foto: Dok. Pribadi


Itulah pengalamanku saat berkunjung ke Ubud Hotel & Cottage Malang. Liburan di Jawa Timur berasa Bali. Dengan segala kondisi bangunan yang sama persis. Dan dengan suasana budaya kental yang begitu melekat. Berasa Bali Dipindahkan ke Malang. Jadi pengen kesana lagi dah, hehe. Yops, buat kalian yang pengen ke Bali tapi belum dapet libur panjang. Bisa tuh dateng ke Ubud Hotel & Cottage Malang aja. Tempatnya di Jl. Bendungan Sigura-gura Barat No. 6 Malang. Tak perlu jauh-jauh kan. Kalau pengen tanya sesuatu langsung di kolom komentar aja. Bakalan dibales kok, tenang. Tungguin Video Vlognya di Instagram https://www.instagram.com/bimawidjanata dan Di Youtube Channel Bima Widjanata ya.  Terimakasih.~
Read More