Kuliner Tradisional Jawa: Menikmati Kesederhanaan Ketan Bubuk Dekat Pasar - alamatbima

Kuliner Tradisional Jawa: Menikmati Kesederhanaan Ketan Bubuk Dekat Pasar

Kuliner Tradisional Jawa: Menikmati Kesederhanaan Ketan Bubuk Dekat Pasar

Alamatbima.com,- Kuliner tradisional Indonesia sangatlah beraneka ragam. Apalagi di tanah Jawa. Kemudian dimana tempat yang paling mudah menemukannya? Hmmm, seperti pasar adalah salah satunya. Kuliner tradisional Jawa sangat mudah ditemui di pasar-pasar. Salah satunya ya ketan bubuk. Meskipun saat ini tak semudah dulu lagi.

kuliner tradisional jawa
Kesederhanaan Ketan Bubuk
Pagi menjelang dengan hamparan sinar yang begitu hangat. Sampai tak terasa kalau beberapa sebelumnya hujan mengguyur dengan derasnya. Hasilnya, embun masih bertebaran. Menghiasi pepohonan rimbun di tengah pedesaan. 

Terik semakin meninggi. Tapi aku belum saja melahap apapun untuk sekedar sarapan. Terbayang kuliner tradisional Jawa dalam kepala. Yang sudah lama tak kurasakan. Mungkin hampir 4 bulan. Yah, semenjak pandemi lebih tepatnya. Dan bersiaplah diri ini untuk berburu kuliner pagi hari.

kuliner tradisional jawa
Gunung Semeru Di Pagi Hari
Ku kendarai motor matic secara perlahan. Menikmati suguhan nuansa dan suasana yang sangat lebih tentram dan tenang. Hijau pemandangan terlihat di semua sudah penglihatan. Gunung pun menjulang tinggi menjunjung langit. Dengan jalanan berliku dan kadang sedikit rusak. Benar-benar khas pedesaan bukan?

kuliner tradisional jawa
Kedai Ketan Bubuk Andalan Sejak SD
Tak lama, sampailah di salah satu pasar yang ada di sudut jalan. Ku parkir motorku di tepian. Kulihat masih saja ramai kedai kecil seperti biasanya. Karena ramai, aku memilih untuk membungkus kuliner tradisional jawa yang satu ini (mematuhi protokol kesehatan saat pandemi). Yaps, lebih tepatnya adalah ketan bubuk. Semenjak kecil memang sudah terbiasa sih mengkonsumsinya.

kuliner tradisional jawa
Sang Ibu Penjual Ketan Bubuk
Jemari ibu penjual begitu lihai dalam menyajikan kuliner tradisional jawa yang dijualnya. Pada awalnya nampak seperti kesibukan tanpa obrolan. Mungkin karena aku mengenakan masker dan rambutku sudah panjang akibat ga potong selama 4 bulan. Tapi setelah ku buka maskerku sejenak. Langsung terlihat senyum dari sang ibu yang sebenarnya sangat mengenalku. Beliau begitu hafal denganku dan sontak memulai obrolan sembari menyajikan ketan bubuk.

Beliau juga sangat paham dengan pesanan khusus buatku. Ditambahkan sedikit lebih banyak bubuk dan kelapa dalam sajian kuliner tradisional Jawa yang beliau pegang. Kemudian disobek pembungkusnya. Begitulah selalu ketika aku datang memesan untuk dibungkus. 

kuliner tradisional jawa
Menyiapkan Ketan Bubuk Pesananku
Setelah semua sudah siap. Barulah ku bayar. Tiga bungkus ku bayar dengan uang 10 ribu. Itu pun masih ada kembalian seribu. Murah kan? Ya memang Kuliner tradisional jawa yang satu ini murah banget. Rasanya enak pula. Untuk porsinya sih pas buat sarapan. Oke, aku lanjut pulang karena gak sabar ingin menikmatinya. 

Kembali menyusuri jalanan berliku dengan pemandangan hijau dan gunung. Yah, letak pasar dari rumah cukup jauh. Sekitar 15 menit lah biila mengendari sepeda motor. Dan bisa 3 jam bila jalan kaki, hehe. Olahraga beneran kalau jalan kaki ke pasar dari rumah. Bakalan turun banyak kilo berat badannya.

kuliner tradisional jawa
Kuliner Tradisional Jawa Favorit Untuk Sarapan
Sesampainya dirumah. Langsung ku buka bungkusan yang tersobek. Yah, itulah bungkus pesananku. Sudah dibedakan sama ibu penjual. Waktunya menikmati ketan bubuk andalan semenjak SD. Rasanya tak ada yang berubah. Masih saja enak. Memanglah kuliner tradisional jawa yang satu ini bakalan selalu jadi yang terbaik untuk sarapan, hehe.

Itulah sepenggal ceritaku berburu kuliner tradisional jawa saat pagi menjelang. Ketan bubuk yang selalu jadi favorit. Buat kalian yang baca ini, apa kalian juga punya kuliner tradisional favorit? Coba komentar dibawah, siapa tau aku belum nyobain. Mari jaga kelestarian kuliner tradisional.
Terima kasih sudah membaca.

kuliner tradisional jawa
Yakin Gak Pengen Ketan Bubuk?

Kuliner Tradisional Jawa: Menikmati Kesederhanaan Ketan Bubuk Dekat Pasar 


4 komentar

  1. Ya ampuuuun pengen loh mas. Kayaknya trakhir aku makan ini pas msh kecil, wkt msh tinggal di Aceh. Itu juga kenapa bisa tahu, Krn babysitter ku dulu, dari Jawa, dan dia suka bikinin aku cemilan 2 khas Jawa gitu. Setelah aku udh gede, dia ga kerja LG Ama keluargaku, jdnya cemilan gini ga prnh LG aku icip.

    Tp ini g ada di solo ya? Suamiku org solo, tp tiap mudik kesana ga prnh Nemu ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau disini setiap pagi pasti ada. Tapi di beberapa daerah kalau malem juga ada kok. Tapi jarang yang pakai bubuk, malah pakai kombinasi kayak susu, coklat, dll hehe.

      Hapus
  2. kesukaan akuuuuuu, dari kecil dulu ibuku kalau kepasar beliin ini, akhirnya sampe gede sekarang ya suka
    sekarang kalo lagi pengen jajan beginian memang paling gampang pergi kepasar, tapi ya itu tadi kudu pagi pagi hehe
    aku suka juga lupis, terus yang kenyal kenyal ada warna hitam gitu, aku ga hapal namanya, biasanya di pasar ada banyak macem, jadi tinggal nunjuk nunjuk

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih kak, kudu pagi-pagi banget kalau mau cari ketan dan jajanan tradisional yang lain :D

      Hapus