Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Rabu, 30 Desember 2015

Mahasiswa Wifi



            Jenjang perguruan tinggi sangatlah berperan bagi kelangsungan Negeri ini. Perguruan tinggi dan Universitas pun semakin banyak pula tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Tapi pastinya masih juga ada perbedaan, ada Perguruan Tinggi dan Universitas Kedinasan, Negeri, dan Swasta. Dengan adanya perbedaan ini pula mahsiswa dapat menentukan masa depannya. Namun, sebenarnya bukan hanya dari Perguruan Tinggi mana dan seberapa tinggi IPK yang dipunya oleh mahasiswa, tapi pengalaman lah yang banyak menentukan di akhir nanti. Ada pula perbedaan yang nampaknya seperti kasta dalam perguruan tinggi di Indonesia, yang mana perguruan tinggi yang ada di pulau Jawa pastinya mempunyai kelebihan dan lebih terpandang dari pada perguruan yang ada di luar pulau Jawa.

            Mahasiswa tetaplah mahasiswa. Pastilah hampir memiliki kebiasaan yang hampir sama. Siapa yang tidak mengenal wifi. Apalagi dikalangan mahasiswa, hampir seluruh mahsiswa menggunakan ini baik mahasiswa Perguruan Tinggi Kedinasan, Negeri, maupun Swasta. Jadi jangan heran apabila terdapat mahasiswa yang berjejer, bebaris, dan bergerombol di suatu wifi hotspot. Penggunaan wifi dikalangan mahasiswa sangatlah membantu untuk menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh Dosen. Tapi sebenarnya bila ditelaah lebih lanjut, penggunaan wifi bukan hanya untuk keperluan tugas saja. Mereka rela berlama-lama untuk aktif di media sosial, nonton video di youtube, lihat-lihat blog orang, dan lain lah banyak yang mereka lakukan.

            Pemberian wifi di kampus atau area sekitar kampus sebenarnya perlu koreksi lagi. Karena ada dari sebagian mahasiswa yang seperti kecanduan dengan adanya wifi. Mulai dari pagi hingga malam terkadang masih tetap orang itu saja yang berada di area wifi. Mereka hampir tidak meninggalkan laptop sejenak saja untuk keperluan lain, yah kecuali untuk keperluan makan, mandi, bahkan kadang sampai meninggalkan keperluan ibadah. Ketika masuk dalam kegiatan pembelajaran juga ada dampak positif dan negatifnya juga. Bolehlah apabila sedang tidak ada dosen melakukan kegiatan surfing ke dunia maya, syukur-syukur buka materi dan mempelajari materi yang belum disampaikan. Namun sisi negatifnya sangatlah umum, ketika masuk pembelajaran dan disitu ada dosen yang sedang mengajar, mahasiswa yang kurang bisa memanfaatkan adanya wifi dengan tidak benar. Karena mereka terkadang aktif di sosmed ketika pembelajaran, nonton video ketika pembelajaran, sampai-sampai terkadang selfie dan langsung upload ke jejaring sosial. Dengan begini pastilah mereka tidak memperhatikan dosen ang sedang mengajar, dan juga akan mempengaruhi kesanggupan menangkap materi.

            Untuk wifi hotspot yang disediakan oleh beberapa outlet yang juga pastinya banyak dikota-kota besar sangatlah ramai dikunjungi. Selain kadang menawarkan makanan ataupun minuman outlet juga menawarkan wifi secara gratis. Bukan hanya mahasiswa yang memanfaatkan, tapi juga banyak anak muda yang nongkrong ditempat-tempat seperti ini. Yah banyak juga yang hanya pesan minuman dan nongkrong ditempat seperti ini secara berlama-lama. Baik siang ataupun malam pastilah tempat seperti ini banyak dikunjungi oleh para remaja.

            Permasalahan yang dihadapi untuk para mahasiswa yang selalu mencari wifi cukuplah menarik untuk dibahas. Sebenarnya banyak lagi yang bisa ditelaah dari kebiasaan mahasiswa yang mencari wifi gratis. Pemberian hotspot wifi yang berlebih memanglah bisa membantu para mahasiswa untuk keperluan dikampus. Tapi juga perlu dilihat apakah dengan begitu mahasiswa menjadi lebih berprestasi dan pengeluaran yang dikeluarkan tidaklah mengganggu. Selagi mahasiswa dapat menggunakannya dengan baik dan benar mungkin bisa di adakan penambahan hotspot wifi. Bisa juga mahasiswa menggunakan wifi yang disediakan oleh outlet ataupun pojok wifi untuk keperluan lain.

0 komentar:

Posting Komentar

About