Menyusuri Pelosok Negeri: Serpihan Rindu Saat Mengabdikan Diri Kepada Nusantara - alamatbima

Menyusuri Pelosok Negeri: Serpihan Rindu Saat Mengabdikan Diri Kepada Nusantara

Menyusuri Pelosok Negeri: Serpihan Rindu Saat Mengabdikan Diri Kepada Nusantara

menyusuri pelosok negeri
Menjadi Seorang Relawan Untuk Sesama
Alamatbima.com,- Halo kembali lagi bersamaku, si melankolis muda. Sepertinya sudah lama ceritaku tak muncul. Bukanlah suatu hal tanpa alasan. Tapi memang keadaan lah yang membuat tak bisa menuliskan semua cerita-ceritaku. Bukan tentang traveling yang seru. Bukan juga tentang makan-makan yang begitu membakar selera. Tapi ini tentang pengalaman ketika Menyusuri Pelosok Negeri. Dimana Kebaikan Berbagi akan pengalaman, wawasan, dan ilmu kepada sesama akan selalu menghadirkan kisah tersendiri.

Setahun yang lalu, berawal dari sebuah percakapan di grup aplikasi WhatsApp. Dimana sedang dibutuhkan beberapa sosok yang nantinya akan dikirimkan ke suatu daerah yang membutuhkan bantuan. Disitulah aku merasa terdorong untuk mendaftarkan diri. Yah, aku tau pengalamanku belum seberapa dalam hal tersebut. Tapi apa salahnya untuk mencoba bukan? Sontak langsung saja aku mendaftar saat itu juga.

Hari berganti hari. Hingga sebuah pesan datang memberikan informasi bahwa aku diterima. Didalamnya juga ada informasi waktu dan meeting points sebelum keberangkatan. Perasaan senang menyelimuti. Namun perasaan ragu dan khawatir juga membayangi. "Apakah aku bisa dan sanggup?" Itu saja yang terlintas dalam pikiran. 


menyusuri pelosok negeri
Perjalanan Menuju Meeting Points
Singkat waktu. Aku pun berangkat menuju meeting points. Dan ketika sudah sampai di TKP. Memang semua yang datang masihlah tergolong muda. Aku bersyukur, karena mungkin nantinya aku bakalan tak memiliki teman ngobrol. Meskipun aku adalah seorang laki-laki sendirian. Yaps, lainnya perempuan. Tapi tak menggoyahkan tekadku untuk membantu sesama.

Perjalanan menyusuri pelosok negeri telah dimulai secara perlahan. Detik demi detik. Menit demi menit. Tak sadar kalau sudah 2 jam dalam perjalan dari meeting points. Hanya rumah-rumah, ladang, dan hutan yang tak seberapa luas ku lalui saat itu. Huft, jalannya bukan aspal melainkan bebatuan. Kadang terjal menanjak serta menurun. Ku rasa skill mengendarai motorku tengah diuji. Alhamdulillah setelah 3,5 jam, sampailah di tempat tujuan. Tempatnya berada di pegunungan. Berada di paling ujung sebelum hutan rimba pegunungan Raung. Jauh kan?

Sempat kehujanan selama perjalanan membuat badan terasa sedikit menggigil. Langsung saja briefing bareng temen-temen yang lain. Saat briefing inilah aku mengerti bahwa aku dan temen-temen lain bakalan mengajar di sebuah sekolah dasar. Yang ternyata saat itu tak ada satupun guru yang ada di sekolah tersebut. Menurut pemaparan, dulunya ada tapi dimutasi. Mungkin karena kejauhan kali ya. Karena aku pun memang merasa daerah ini sangatlah jauh. Bukan hanya tentang kegiatan yang diberikan, namun info-info lain seperti kurangnya sumber air, tempat ibadah, tempat untuk istirahat. Semua di ulas habis.


menyusuri pelosok negeri
Inilah Murid-murid Kelas 6
Berlanjut di keesokan harinya. Hari kedua chapter Menyusuri Pelosok Negeri,  aku langsung mengajar di kelas paling senior yakni kelas 6. Kirain bakalan canggung namun kenyataannya malah sebaliknya. Semua siswa menyambut dengan riang dan hangat. Satu per satu memperkenalkan diri begitupun aku. Jadi mereka antusias dengan guru baru. Karena memang sosok tersebut sangat dibutuhkan di sekolah dasar ini. Tak hanya tentang mata pelajaran umum yang kuberikan. Namun, juga hal-hal lain seperti tentang menulis, menggambar, dan beberapa hal lain. Semua hobiku aku tularkan untuk mereka. Dan disitulah aku menemukan makna kebaikan dalam berbagi dengan sesama, dalam bentuk apapun itu.. 

Teman-teman yang lain pun tak kalah semangat sama sepertiku. Ada yang mengajar di kelas 1&2, kelas 3&4, dan kelas 5. Yah begitulah. Karena memang kekurangan tenaga jadi ada yang merangkap. Sempat aku berjalan menyusuri setiap kelas ketika jam pelajaran. Terlihat riang saat bernyanyi lagu anak-anak. Serius mengerjakan soal matematika. Semangat membaca sejarah Islam di Indonesia (daerah ini merupakan daerah religi yang kuat). Kita semua sebagai relawan hanya bisa memberikan yang kita bisa dan punya.


menyusuri pelosok negeri
Riang, Gembira, dan Bahagia
Terkadang, dikala sore. Saat air kembali tak mengalir. Aku dan temen-temen relawan yang lain membantu untuk mengambil air sekedar untuk berwudhu. Sampai pernah aku mengambil air yang posisinya sangat jauh dari tempat istirahat bersama masyarakat lain. Sampai-sampai bawa kendaraan bermotor, hmmm. Dan aku mengalami kecelakaan kecil yang membuat siku terluka. Tapi hanya tawa yang keluar saat itu. Seperti gak terjadi apa-apa gitu. Tapi ya ketika malam tiba barulah badan terasa sakit semua. Tapi itulah cerita yang bisa menghadirkan rindu ingin mengulang kembali waktu.

Bukan hanya kita sebagai yang memberikan pengalaman dan wawasan. Tapi juga ada saat belajar dari mereka. Berkeliling hutan melihat keagungan Gunung Raung. Belajar mencari sayuran untuk lauk makan malam, dan beberapa kegiatan lain pun pernah ku lakukan bersama mereka. Keikhlasan dan ketulusan mereka tergambar ketika mereka mengajak kita semua relawan. Kesabaran pun juga mereka perlihatkan secara hangat kepada kita semua. Memang lah sangatlah indah bila diceritakan kembali.


menyusuri pelosok negeri
Formasi Tidak Lengkap
Beberapa hari berlalu di desa tentram dan nyaman ini. Suasana dan cuaca pun seperti sudah terbiasa dengan badan. Tak sadar chapter Menyusuri Pelosok Negeri kali ini telah usai. Sebenarnya, masih banyak yang ingin ku ceritakan kembali. Tapi, apalah daya. Semakin aku ingat-ingat, semakin pula rindu akan hal tersebut. Huft, berat memang bila harus berhadapan dengan rindu.

Terima kasih Grebeg Sedekah Jember, terima kasih. Telah memberikan cerita dan pengalaman berarti kepadaku. Dan juga terima kasih temen-temen relawan lain kala itu. Yang sudah menghiasi kisah yang saat ini bisa aku ceritakan kembali. Aku rindu kalian semua. Mungkin itu aja cerita saat aku Menyusuri Pelosok Negeri menjadi seorang relawan. Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Tebarkanlah segala jenis kebaikan untuk sesama.

Menyusuri Pelosok Negeri: Serpihan Rindu Saat Mengabdikan Diri Kepada Nusantara

menyusuri pelosok negeri
Sunset Pelosok Negeri

4 komentar

  1. Menarik betul bim, ini di daerah mana bim ? terus kalau misal nggak ada kmu dan relawan menyusuri pelosok negeri. Guru mereka siapa ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di salah satu desa di Jember kak njar. Dulu sih ada relawan tetapnya dan guru bantu. Tapi mungkin karena keterbatasan jarak akhirnya Relawan kek aku juga ikut bantu karena emang meskipun ada tetep terbilang kurang.

      Alhamdulillah sekarang sudah ada guru tetapnya menurut info sih. Tapi aku belum tanya-tanya lagi.

      Hapus
  2. Terharu liatnya. Masih ada yg mau bersusah2 jd relawan demi mengajar anak2 ini :). Salut mas. Bisa berbagi itu memang nyenengin banget. Apalagi kalo melihat wajah2 gembira yg kita kasih yaaa. Rasanya hati lgs adem ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bikin kangen suasananya kak. Sampe sekarang belum bisa ke daerah itu lagi huhu

      Hapus