Blog Ini Berisi Tentang Curahan Hati, Cerita Ketika Jalan-jalan, Ngulik-ngulik Makanan dan Tempat Nongkrong, Kadang Juga Bahas Yang Lain. Intinya Blog Ini Gado-gado Banget. Awas Kalau Bacaannya Bikin Nagih, Hehehe.

Kamis, 13 April 2017

Kopi Ini Hanya Untuk Rembulan: Imajinasi Ketika Kopi Di Atas Meja

Inspirasi Kopi: Kopi Ini Hanya Untuk Rembulan
Foto : Dok Pribadi


Hari ini kembali menemukan sebuah cerita. Namun sedikit berbeda karena kopi adalah topik yang menjadi pembahasan. Tak salah kan bila kopi? Yah namanya juga kopi pasti tak perlu dijelaskan lagi apa itu kopi dan kopi itu dari mana. Namun yang akan di telaah kali ini adalah kopi ku ini untuk siapa?

Kebetulan memang kopi adalah minuman yang sering ku genggam dan ku tenggak. Malam ini kembali ku seduh kopi dalam takaran yang sama dan masih dengan gelas yang sama. Teringat tentang pengalaman sedikit menuai cerita tentang kopi yang pernah ku tenggak.

Senja berganti malam. Dan bintang kembali datang menghiasi wajah langit tanpa Rembulan. Hampir semua kopi yang ku seduh hanya untuk diri sendiri. Tapi merasakan kehadiran Rembulan malam itu sangatlah ku nantikan. Sampai ku sediakan kopi untuknya namun tak kunjung datang. 

Terdengar suara hentakan kaki kecil dari kejauhan. Tanpa basa-basi dia menghampiri dan membunyikan musik merdu. "Mengapa tak kau tenggak kopi ini" ucapnya sembari memegang cangkir kopi di atas meja. Ku hempaskan tangannya sembari ku jawab dengan suara pelan "kopi ini hanya untuk Rembulan". Dia hanya mengangguk seperti tanda mengerti, itulah yang kulihat. Namun entah memang betul mengerti atau tidak aku tak tahu. 

Hampir beberapa jam musik masih berdering dan dia juga tetap memandang kopi di atas meja. Aku tak menghiraukannya dan aku hanya bisa termenung dalam malam sembari menunggu Rembulan datang. Tapi langit hanya terdiam dan terlihat seperti mengejek karena ulahku. Tapi aku tak patah semangat dan masih terus menunggu.

Tak lama kemudian musik tiba-tiba berhenti. Aku melihat kearah kursi yang tadinya ditempati oleh orang tak ku kenal menjadi kosong. Nampaknya dia kembali melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan ku berserta kopi untuk Rembulan. Timbul pertanyaan berat yang membingungkan setelah kepergiannya. Apakah cara menyeduhku salah, hingga Rembulan enggan datang malam ini. 

Kopi ini hanya untuk Rembulan. Memang begitulah yang kuinginkan. Tapi mengapa tak kunjung datang. Aku masih berharap dan menunggu seraya menuliskan beberapa bait kalimat tak jelas tanpa diksi. Menyambung harapan yang ku anggap penting namun tak begitu menurut orang lain. Aku hanya menanti Rembulan. Hingga ayam menantang sinar jingga aku masih menanti. Kopi yang tak tahu rasanya kini menjadi apa masih belum tersentuh. Mungkin sedingin salju di atas gunung. Mungkin juga jadi tak semanis madu. Dan Rembulan tak kunjung datang.

Kopi Ini Hanya Untuk Rembulan

By Bima Widjanata Suwaji
Read More

Senin, 10 April 2017

Cerpen: Putaranmu Menghadirkan Bisikan Anonim

Cerpen: Putaranmu Menghadirkan Bisikan Anonim
Foto : Dok Pribadi


Putaranmu Menimbulkan Imajinasi Tak Berulang. Terdengar sedikit aneh namun kenyataannya memang demikian. Kali ini aku tak membahas masalah materi atau apapun itu yang berhubungan dengan dunia. Tapi tangan ini mengisyaratkan untuk menulis apa yang telah terjadi. 

Kembali ku menemukan kejenuhan dalam bentuk abstrak. Tak ku perduli kan tapi semakin hari semakin banyak bisikan anonim mengatakan bahwa "kau pecundang sejati yang enggan bicara". Tak kusangka semakin lama semakin keras bisikan anonim itu. Dan akhirnya aku hanya bisa termenung dalam paparan pelangi hitam. 

Pada hari berikutnya, ku kayuh pedal untuk lari dari apa yang telah menghantui. Harapan indah sudah terlintas secara jelas. Mungkin akan pergi dengan sendirinya dengan ku putar roda. Berputar lah roda dalam hitungan detik. Semakin jauh diri ini pergi tanpa tujuan. Hanya untuk menggapai bayangan harapan menghilangnya bisikan anonim. Namun apa yang terjadi, bisikan anonim datang menghampiri ku dengan tatapan mata tajam membawa ilusi. "Mengapa bisikin aku ini enggan menjauhi ku? Mengapa dia tau jejak langkahku? Mengapa dia tak memberikan bisikin kepada orang lain, melainkan aku" gumamku tanpa ragu.

Ku coba berbicara dengannya, ditengah teriknya sinar dan ribuan kendaraan berlalu lalang. Sayangnya kadang dia berbicara tak terlalu jelas karena diri ini tak mengerti apa maksud perkataannya. Satu hal yang sangat ku mengerti betul dari jutaan kalimat yang dia ucapkan, bahwa dia sangat lama menunggu ku untuk berbicara dengannya. 

Cara berbicaranya sedikit aneh, kadang sambil tersenyum seperti sedang jatuh cinta. Tapi kadang juga kelabu datang dalam dulangan tatapan seperti dalam kemarahan. Disitulah letak keistimewaannya. Dia datang hanya untuk menyampaikan pesan yang dikirimkan seseorang. Dan orang itu saat ini masih kucari karena bisikan anonim tak pernah mau mengatakan siapa dia sebenarnya.

Bisikan anonim, tak ku mengerti bagaimana cara kau berputar dalam kehidupan ku. Berulang-ulang sampai akhirnya aku sendiri yang lelah. Kelemahan roda pun tak dihiraukan olehnya. Bisikan anonim, yang kau tau hanya embun pagi tak berujung. Seolah langsung memberikan isyarat kalau aku harus belajar untuk berani bicara mengungkapkan rasa yang ada meskipun aku tak tau itu untuk siapa rasa ini kuberikan. 
Read More

Sabtu, 08 April 2017

Ilmu Kesehatan: Kenali Gejala Depresi Dan Tangani Dengan Baik

Penyakit Depresi yang Tak Banyak diketahui
Foto : Dok Pribadi


Pernah mendengar kata depresi kah? Kata yang familiar sering diucapkan oleh kaula muda saat ini. Tapi, apakah kalian tahu tentang apa sebenarnya depresi itu? Mungkin saja banyak yang sudah sering mendengar namun tak mengerti apa itu sebenarnya depresi. Nah disini akan sedikit diulas apa itu depresi dan cara untuk menanganinya.

Depresi merupakan suatu penyakit yang dapat membunuh karakter seseorang secara perlahan. Mengapa disebut penyakit? Padahal sepertinya banyak orang yang sering mengatakan "aku depresi" . Depresi adalah sebuah keadaan dalam gejala sedih yang berkepanjangan dan hilangnya minat melakukan kegiatan apapun. 

Nah gejala dari depresi biasanya ada beberapa hal. Berikut merupakan gejala depresi yang dapat dilihat secara kasat mata.
 1. Penurunan nafsu makan secara drastis. Jadi bila melihat teman atau saudara maupun keluarga yang mengalami depresi secara mendadak, alangkah baiknya lebih perhatikan secara baik.
2. Gangguan tidur (insomnia). Salah satu dari penyebab masyarakat menjadi lemas dan tak bersemangat. Gangguan tidur ini banyak dialami oleh masyarakat luas. Padahal hal ini bisa diindikasikan gejalanya dari depresi.
3. Cemas berlebihan. Semua yang berlebihan memang benar itu tidak baik. Boleh cemas namun tidak disarankan berlebihan. Karena hal itu juga termasuk dalam gejala dari depresi.
4. Kurang mampu konsentrasi dan sulit membuat keputusan. 

Berdasarkan informasi diatas. Sudah diketahui dengan jelas bahwa penyakit yang satu ini sebenarnya banyak terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Namun hal yang lebih parah bila gejala penyakit depresi ini sudah tak kasat mata lagi. Hal ini susah untuk kita pahami yang berada disekitar bahkan sama sekali tidak tahu. Seperti halnya sudah merasa tak berharga lagi dan sudah memiliki pemikiran untuk bunuh diri. Namun jangan khawatir, semua yang tak kasat mata pasti akan terasa oleh orang sekitar. Jadi kita jangan merasa masa bodoh dan terkesan acuh terhadap sekitar. 

Penyakit ini memang banyak yang menganggap tidak berbahaya bahkan biasa-biasa saja. Namun kita tidak tahu bahwa angka kematian akibat bunuh diri semakin tahun semakin meningkat. Nah ini yang menjadi salah satu penyebab bahwa depresi memang menjadi penyakit yang bisa dibilang berbahaya.

Namun semua pasti ada cara untuk menanganinya. Dalam setiap permasalahan pasti ada jalan untuk mengatasinya. Berikut merupakan hal yang bisa dilakukan terhadap depresi:
1. Bila depresi masih awal, bisa kita mengajak bicara secara santai namun. Bila kita sebagai pengidap, lakukan pendekatan dengan orang yang terpercaya dan mengungkapkan semua yang tengah terjadi. Dengan hal ini beban yang ada dalam diri pasti akan lebih berkurang. Namun bila kita sebagai orang yang tengah didekati, maka hal yang dilakukan tak sama. Kita harus berusaha untuk mendengarkan dan mencoba untuk memberikan sedikit solusi bila dibutuhkan. Agar beban yang dirasakan pengidap penyakit ini menjadi lebih berkurang.
2. Bila depresi tingkat kronis. Bila sudah dalam kondisi ini, tak mungkin pengidap akan berbicara. Orang yang berada di sekitar lah yang bisa membantu untuk hal ini. Dorong lah pengidap untuk menemui dokter yang bersangkutan seperti psikiater, konselor, psikolog, dan yang lainnya.
3. Sebagai seorang yang berada dan bersama seorang pengidap. Cobalah untuk mengamankan barang yang dapat mengkhawatirkan seperti pisau, senjata api, ataupun napza.
4. Tetaplah menjaga hubungan yang baik dengan pengidap agar dia merasa bahwa dia masih diperhatikan dan lambat laun dirinya merasa kalau dirinya masih dibutuhkan orang banyak.

Jangan lagi meremehkan depresi. Cobalah untuk sering melakukan curhat dengan orang yang benar-benar dipercaya. Karena hal itu merupakan salah satu cara kita mengurangi beban hidup. Dekat lah dengan sang pencipta karena sang pencipta pasti akan punya jalan akan semua yang terjadi. Mungkin hanya itu sedikit pengetahuan yang dapat saya berikan sebagai penulis. Meskipun tak seberapa namun mungkin sedikit berguna dan bermanfaat. 

Read More

Minggu, 02 April 2017

Malino. Apa kabar tempat indah tersembunyi?


Malino, Apa Kabar Tempat Indah Tersembunyi?
Foto : Dok Pribadi

Malino, apa kabarmu? Apakah senjamu masih seindah yang kemarin? Atau sudah kau temukan gaya lain dari senjamu? Aku masih teringat semua tentang indahmu. Kau nampak anggun dan tenang. Meskipun terkadang ada perasaan berbeda dan aneh darimu, kau tetap menjadi misteri keindahan yang tak pernah terungkap oleh ku.

Mungkin sudah sebulan yang lalu aku pergi melihatmu, atau juga lebih. Sudah terlupa kapan itu, tapi ada hal yang tak pernah bisa ku lupakan ketika kaki ini berpijak di tanah hangat selain senja indahmu. Seduhan kopi panas yang sebenarnya sama dengan ditempat lain, namun kenapa menjadi berbeda rasa? Itu masih menjadi sebuah misteri bagiku. 

Entah apa yang kupikir pada saat aku melihat sosok yang tak pernah kulihat sebelumnya. Begitu berbeda. Keindahan sang Malino pun hampir terkalahkan olehnya. Tak banyak berbicara namun sering memberikan senyuman. Ketika ku lemparkan senyum tanda balas dia hanya tertawa kecil tersipu malu. Tapi sayangnya dia pergi tanpa ada alasan seperti saat dia datang, bahkan sebelum kutanyakan siapakah namanya. Memang lah Malino bukanlah tempat yang biasa. Begitu spesial untuk dipijakkan kaki bersimpuh tanah.

Kabut Indah Malino
Foto : Dok Pribadi


Ketika langit mulai memudar. Saat senja datang sebentar dan pergi. Roda mulai memutar balik untuk kembali. Memang kurang, tapi bisa juga dirasa cukup. Kata-kata sebenarnya tak pantas untuk menceritakan kisah mu. Rumitnya diksi juga tak bisa mengalahkan misteri yang kau ciptakan. Dinginnya udara tak seberapa dingin bila dibandingkan senyum hawamu. Dan hangatnya api unggun juga tak seberapa dibanding sapaan kecilmu.

Malino. Apakah kau masih bersedia menyambutku kembali? Meski ku jauh dari tempat seberang. Ingin kulihat manis dan dinginnya senyummu lagi. Dan ingin ku bertemu sosok yang belum ku kenal itu. Entah kapan itu, aku masih ingin kembali. Dengan nuansa yang berbeda, juga dengan cerita yang berbeda pula.

Malino. Apakah kau masih akan tampil sederhana? Meskipun sudah terus melangkah zaman kemajuan ini. Tetapkan kau mempertahankan kelembutan embun kasat matamu. Sampai kaki ini menginjakkan kembali di tanah subur nan hangat itu.

Malino. Apakah salah caraku untuk menikmatimu. Bila memang maka tepuklah dagu terbelah dengan keras. Meskipun sedikit terasa tak nyaman dan tak biasa. Pasti kan ku terima. Malino, tersembunyi dalam kabut, terlihat terang di ufuk kilauan mentari senja. Malino oh Malino.
View On Malino
Foto : Dok Pribadi


Read More

Melankolis Muda Yang Suka Nulis Apa Saja