Blog Ini Berisi Tentang Curahan Hati, Cerita Ketika Jalan-jalan, Ngulik-ngulik Makanan dan Tempat Nongkrong, Kadang Juga Bahas Yang Lain. Intinya Blog Ini Gado-gado Banget. Awas Kalau Bacaannya Bikin Nagih, Hehehe.

Selasa, 07 Maret 2017

Alfamart: Klarifikasi Yang Dilakukan Oleh Alfamart Terkait Donasi Dari Konsumen

Alfamart: Klarifikasi Yang Dilakukan Oleh Alfamart Terkait Donasi Dari Konsumen
Foto : Dok Pribadi


Ada yang pernah mendengar Alfamart? Pasti sudah tak asing bukan. Sebuah bisnis waralaba yang sudah menyebar di seluruh daerah Indonesia. Namun banyak kalangan menyebut bisnis waralaba ini minimarket. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk merupakan pengelola dari jaringan minimarket ini.

Bukan hanya pernah mendengar nama minimarket yang satu ini, namun pasti banyak juga kalangan yang pernah berbelanja juga. Dan ada satu pertanyaan lagi, pernah mengalami kalau uang receh kembalian dari berbelanja pernah ditanya oleh kasir “kembaliannya mau didonasikan pak/buk?”. Hal ini memang yang banyak diucapkan oleh kasir.

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk memang menjalankan program pengumpulan donasi sukarela dari konsumen yang merupakan suatu bentuk dukungan dan membantu sesama yang sedang kekurangan. Program ini merupakan itikad baik perusahaan untuk berperan aktif membantu menggalang dan menyalurkan bantuan dari konsumen yang berasal dari uang receh kembalian kepada masyarakat. Setiap program penggalangan donasi yang dihasilkan dari konsumen dari perusahaan bekerja sama dengan yayasan-yayasan kredibel dan mendapatkan izin dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia. Namun ada yang perlu diingat bahwa setiap donasi dari konsumen diberikan struk yang menyebutkan jumlah donasi sebagai bukti.

Dalam program penggalangan dana, konsumen juga sangat berperan aktif. Mengapa demikian? Karena bila sudah ditanya oleh kasir, konsumen hanya bisa menjawab “iya” atau “tidak”. Jika bilang iya, maka uang receh sisa kembalian akan didonasikan. Dan bila bilang tidak, pasti uang kembalian kita akan diberikan.

Pada hari Selasa 7 Maret 2017, Alfamart melakukan klarifikasi atas program penggalangan donasi. Ini dikarenakan ada salah seorang konsumen yang mempertanyakan transportasi. Sudah diberikan informasi kepada orang yang bersangkutan mengenai laporan penyaluran donasi. Karena merasa tidak puas,  yang bersangkutan membawa permasalahan ini ke komisi informasi pusat (KIP). Nah dalam klarifikasi, hadir pula bapak Solihin Corporate Affair Director PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk.

Yayasan yang melakukan kerjasama dengan Alfamart juga turut hadir, yakni Kick Andy Foundation dan YKAKI. Aprindo juga turut berpartisipasi dalam acara ini. Kick Andy Foundation menuturkan bahwa telah bekerjasama dengan Alfamart sudah lama. Hasil dari kerjasama dengan Alfamart, Kick Andy Foundation pernah mengirimkan 48.000 lebih pasang sepatu ke seluruh Indonesia untuk seluruh anak. Bukan hanya sepatu, namun juga pernah mengirimkan 5000 bola ke seluruh Indonesia.

Untuk YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia) menggunakan donasi dari kerjasama dengan Alfamart untuk membangun sebuah rumah singgah bagi anak-anak penderita kanker. Sekarang YKAKI memiliki 9 rumah singgah dan 4 diantaranya merupakan hasil dari bantuan donasi Alfamart. Pembuatan rumah singgah ini bukan tanpa alasan. Memang saat ini dalam 4 menit ada 1 anak yang terdeteksi kanker. Betapa pentingnya pembuatan rumah singgah untuk anak penderita kanker bukan. Ujar perwakilan dari YKAKI “saya berterima kasih kepada Alfamart yang sudah peduli dengan anak-anak penderita kanker yang ada di Indonesia”.

Sebenarnya Alfamart sendiri melakukan kerjasama dengan berbagai yayasan, karena dalam melakukan kerjasama juga ada sistemnya sendiri. Setiap bulannya Alfamart melakukan kerjasama dengan yayasan yang berbeda-beda. Nah untuk hasil dari donasi juga pasti berbeda-beda pula. Ini dikarenakan setiap yayasan pasti memiliki program yang tidak sama. Ada yang dalam bentuk uang, ada yang berbentuk alat tulis sekolah, kacamata, sepatu, dan masih banyak lagi. Dapat dilihat sendiri bukan dari dua contoh yayasan yang telah saya jelaskan sebelumnya, berbeda bukan.

Klarifikasi yang dilakukan bukan mempermasalahkan gugatan kepada konsumen. Keberatan Alfamart mengenai status badan publik yang disematkan kepada Alfamart atas keputusan komisi informasi pusat (KIP) nomor 011/III/KIP-PS/A/2016 tertanggal 19 Desember 2016. Gugatan ditujukan agar putusan KIP yang menimbulkan konsekuensi perusahaan dianggap sebagai badan publik dapat dibatalkan. Sejatinya Alfamart sendiri merupakan perusahaan publik karena Alfamart juga salah satu anggotan dalam Aprindo (Asosiasi perusahaan retail Indonesia).

Yang namanya donasi dari konsumen pastilah berarti bagi banyak masyarakat di luar sana. Dalam bentuk apapun itu pasti bermanfaat bagi mereka. Niat dan itikad baik pasti akan tercatat dengan rapi dalam dokumen pertanggungjawaban di akhirat nanti. Dengan ikhlas dan tanpa punya pemikiran apapun serta niat untuk membantu, kita akan menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang. Meskipun hanya sedikit ataupun beberapa keping receh saja.

Bima Widjanata Suwaji 
Read More

Senin, 06 Maret 2017

Ada Apa Dengan Makassar: Ketika Puisi Tak Berdaya Oleh FSM Nusantara

Ada Apa Dengan Makassar: Ketika Puisi Tak Berdaya Oleh FSM Nusantara
Foto : Bima Widjanata

Pasti hanya segelintir saja yang mengerti apa itu FSM Nusantara. Nah maka dari itu sedikit penjelasannya akan dibahas disini. FSM Nusantara adalah ajang untuk silaturahmi para mahasiswa Tenaga Penyuluh Lapangan se Indonesia. Keren bukan? Dilihat dari nama dan sedikit ulasannya saja sudah terbayang bagaimana kegiatan yang terlaksana.

Pada tahun 2017 ini FSM Nusantara dilaksanakan di Makassar, tepatnya di Politeknik ATI Makassar. Sebenarnya ada kejanggalan ketika kudengar tempat pelaksanaannya, namun tanpa pikir panjang dalam waktu 15 menit kuputuskan untuk ikut berpartisipasi dalam acara ini. Perjalanan jauh namun tak menempuh waktu lama akan dilalui tanpa alasan sedikitpun. Karena pasti akan ada hikmah ketika kaki ini menjejakkan kaki di tanah Bugis.

Singkat saja, dalam pemikiran tak akan berbeda jauh acara yang akan terjadi. Terdengar 3 hari  pelaksanaan pun tak menggoyahkan otak untuk kembali memutar cerita baru. Namun apakah yang terjadi setelah di tanah Bugis? Ada apa dengan Makassar? Puisi di otakku mulai berhenti ketika menginjak kan kaki di tempat acara. Banyak orang tak di kenal, dan banyak pula wajah tak asing di kepala. Sesekali melambaikan tangan dan kubalas dengan senyuman arti tak mengerti. Kebodohan memang bisa tak mengenal mereka, karena rasa malu masih lebih besar dari rasa keingintahuan.

Perlahan tangan dan mulut mulai ingin bekerja sama. Satu demi satu kuberikan salam dan senyuman agar mengenal satu sama lain. Dan memang tak semua, tapi setidaknya sudah banyak nama yang tercatat dalam dokumen pertemanan. Kalau terus begini mungkin 3 hari tak akan terasa lama.

Teman Baru, Maka Bertambah Keluarga Baru
Foto : Panitia FSM Nusantara

Ada apa dengan Makassar? Mengapa disini tak terlintas kalimat diksi yang bisa menyulitkan orang untuk mengartikannya? Belum kutemukan jawaban atas itu semua. Duduk termenung menikmati bongkahan gula bercampur adonan untuk membunuh cacing diperut. Kuperhatikan sekeliling sudah banyak yang bercanda tawa. Dan alangkah terkejutnya ketika hanya seorang yang mau mengajak ku untuk berbicara. Beranjaklah kaki untuk memindahkan tempat untuk duduk. Disitulah awal ku mulai memberanikan diri untuk merubah rasa malu dan canggung.

Pameran Produk Poltek STMI Jakarta
Foto : Panitia FSM Nusantara

Makassar. FSM Nusantara. Patahan kata yang berarti bagiku meskipun hanya beberapa jam saja ku ikuti acara ini. Penampilan dari beberapa kampus yang hadir membuat diri ini semakin bersemangat. Sesekali paparazi berkeliling mengambil momen. Dan tak jarang pula ku meminta untuk mengabadikan momen yang kucipatakan sendiri.

Makassar. FSM Nusantara. Patahan kata yang berarti bagiku meskipun hanya beberapa jam saja ku ikuti acara ini. Penampilan dari beberapa kampus yang hadir membuat diri ini semakin bersemangat. Sesekali paparazi berkeliling mengambil momen. Dan tak jarang pula ku meminta untuk mengabadikan momen yang kucipatakan sendiri.

Para Penari Yang Berlenggok Di Pentas FSM Nusantara
Foto : Panitia FSM Nusantara

Puisi ku kembali berlanjut ketika teriknya sinar semakin menjadi. Semakin bertambah catatan berisi nama yang sudah kutuliskan.  Para penari bergerak mengikuti irama nada merdu. Suara gitar tak mampu kuartikan sepenuhnya, bahkan sempat ku petik dan kumainkan. Namun, ada apa dengan Makassar? Mengapa disini bisa merubah kecepatan dan ketepatan puisiku? Lenggok penari kah yang bisa membuat semua begini? Atau keramahan semua peserta yang merubahnya? Itu terjadi hingga berjalan waktu menjadi senja dan kunjungan wisata menghampiri. Senyumku masih selalu menemani selahu ku  ikuti jalannya acara hari pertama FSM Nusantara di Makassar ini. 

Ada Apa Dengan Makassar: Ketika Puisi Tak Berdaya Oleh FSM Nusantara
Cerita Hati Di Hari Pertama

Bima Widjanata Suwaji
Read More

Jumat, 03 Maret 2017

Jalan-jalan Keliling Museum? Dan Mencicipi Lezatnya Masakan Sekaligus? Siapa Takut

Jalan-jalan Keliling Museum? Dan Mencicipi Lezatnya Masakan Sekaligus? Siapa Takut
Foto : Bima Widjanata


Hidup dengan jalan-jalan memang akan terasa lebih berbeda. Tapi tak berarti harus jalan-jalan terus kan? Nah pada satu kesempatan saya bisa melakukan perjalanan yang sedikit berbeda. Karena biasanya ketika saya jalan-jalan pergi ke tempat yang berhubungan dengan alam, namun kali ini saya bisa mengunjungi tempat bisa dibilang bersejarah. Yah karena judulnya saja jalan-jalan ke museum kan.

Pada tanggal 25 Februari 2017, museum tekstil lah yang menjadi sasaran tempat berkunjung. Ketika sampai ditempat suasana sejarah pun sudah mulai nampak. Bangunan tua nan khas sudah mulai terlihat. Sepertinya diri ini sedikit lambat karena sudah banyak kerumunan yang datang. Banner Honestbee sudah terlihat didepan untuk menyambut. Dan tak lama ketika saya datang acara pun sudah dimulai.

Pada saat acara dimulai diterangkan lah bagaimana sejarah museum yang sudah terbangun. Antusiasme peserta yang datang memang tak bisa diragukan. Namun sepertinya terbelah menjadi 2 titik fokus. Yang pertama fokus pada pembicara yang sedang menerangkan dan ada yang fokus pada Honestbee untuk berbelanja. Tapi saya mencoba untuk fokus pada penerangan materi tentang sejarah adanya museum karena memang belanja masih bisa ditunda tapi materi sejarah hanya sekali diterangkan.

Kondisi Saat Keliling Museum
Foto: Bima Widjanata

Pada kesempatan ke dua, saya dan peserta yang lain diajak untuk mengelilingi museum untuk melihat koleksi batik yang tersedia. Mencari sudut pandangan foto menjadi satu kegiatan yang harus saya lakukan. Memang batik yang tersedia sangatlah luar biasa. Disitulah sudut pandangan yang bisa digunakan untuk mengambil foto. Ternyata bukan hanya diri ini yang melakukan hal demikian. Banyak dari persentase lain juga melakukan hal yang sama.

Ayam Rica-rica Yang Menggugah Selera
Foto : Bima Widjanata

Setelah puas mengambil foto, berlanjut lah kegiatan selanjutnya. Ternyata selanjutnya saya dan peserta lain bisa melihat demo masak. Nah kalau hal ini saya tak bisa menolak. Karena yang berhubungan dengan kuliner pasti saya semangat hehe. Masakan yang tengah dipersiapkan adalah ayam rica-rica. Tercium aroma masakan yang sudah menyengat hidung dan menggoda hingga kerongkongan tak mampu bergejolak. Ketika ayam sudah dimasukkan ke dalam wajan yang digunakan, nampak seperti mengajak lidah untuk mencoba cita rasa yang sudah tercipta. Memang otak yang berfantasi sudah mulai menilai seberapa jauh resapan bumbu. Dan ketika masakan belum matang, sepertinya sudah ada masakan sama sayang memang sudah dipersiapkan untuk dicicipi oleh peserta yang datang. Dan mencoba lah tangan ini untuk mengambil secuil ayam yang sudah matang, mencoba lah lidah ini untuk berfantasi. Memang bau yang tercipta tak membohongi rasa. Ini adalah rasa yang luar biasa! Itulah yang lidah katakan.

Masakan kedua yang dipersiapkan berhubungan dengan puding. Memang cocok lah untuk makanan penutup. Dengan berbahan dasar santan dan gula merah, akan menambah cita rasa dan memanjakan lidah. Meskipun terasa tak se kenyal puding yang mungkin pernah terasa, tapi cita rasa memang baru kali ini yang baru saya rasakan.

Para Anggota Penyelenggara
Foto: Bima Widjanata

Memang perjalanan kali ini sangat berbeda. Perjalanan sejarah yang awalnya terpikirkan kalau akan terasa membosankan ternyata tak sedemikian rupa. Sangat menarik dan sangat menarik. Mungkin hanya kali ini bisa merasakan wisata sejarah sekaligus bisa mencoba masakan-masakan nikmat memanjakan lidah. Jadi sekaligus wisata sejarah dan wisata kuliner. Tapi buat temen-temen atau siapapun yang membaca. Sebenarnya jangan berkecil hati dan menjadi malas untuk mengunjungi museum, entah museum apapun itu. Karena sejarah banyak terdapat disana. Ingatlah kata-kata Bung Karno "Jas Merah" yang berarti "Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah". Jadi cobalah untuk mengulik sejarah yang telah tercipta. Jangan menjadi masyarakat yang tak bisa dan tak mengerti sejarah. Salam Wisata!

Bima Widjanata Suwaji
Read More

Kamis, 02 Maret 2017

Aku Jatuh Cinta Di Pantai Losari: Rangkaian Kenangan Kecil Dalam Perjalanan Panjang

Aku Jatuh Cinta Lagi Di Pantai Losari: Rangkaian Kenangan Kecil Dalam Perjalanan Panjang
Foto : Bima Widjanata


Semua pasti merasakan yang namanya jatuh cinta. Aku pun jug merasakan demikian. Karena memang diri ini memang bukan seorang mahluk berhati baja yang tak memiliki perasaan dan rasa tertarik antara satu sama lain. Dalam suatu perjalanan hijrah (ciaelah hijrah katanya), diri ini mendapatkan suatu cobaan kembali dengan hadirnya apa itu yang namanya Cinta.

Dalam hati dan pikiran memang sudah ku mantapkan untuk menjelajah bumi pertiwi. Memang diri ini hanya bisa mengelilingi isi pulau Jawa, itu pun tak semuanya yang bisa ku jelajahi dan pulau Bali karena notabennya memang dekat dari tempat tinggal. Namun setelah kujajaki dan kulangkahkan kaki di pulau Sulawesi, ada sebuah perasaan yang berbeda. Bergejolak namun tak berani mengungkapkan kepada siapa pun karena masih belum jelas apa yang tengah ku rasakan ini.

Waktu terus bergulir, sampai tak terasa pukul tengah menunjukkan 03.00 WITA. Namun mata ini enggan untuk terlelap. Kucoba membuka media sosial yang ada dalam genggaman, namun apa yang didapat? Hanya rasa penasaran yang semakin menjadi-jadi. Akhirnya hanya melamunkan apa yang tidak jelas dan muncul dalam pikiran saja, sembari menunggu mata ini mau untuk menutup. Tak sengaja terpintas sebuah bayangan namun tak mau diri ini untuk menghiraukan. Aku hanya ingin menghiraukan bila ada jawaban atas perasaan beda yang ada dalam diri.

Tak terasa mata sudah terpejam, dan ketika terbuka matahari sudah jauh menyingsing kegembiraan. Menggambarkan hal yang tengah berbinar di wajah kawan-kawan yang bisa bertemu dengan kawan yang sudah lama tak ditemuinya dan berbagi pengelaman yang telah dilewati. Tapi apa yang tengah ku lakukan? Muka bingung datar dan mengumbar sedikit senyum karena masih menanti jawaban atas kejadian yang semalam terjadi. Dentingan alunan irama dan patahan musik sedikit menghibur memang, namun itu semua tidak cukup. Ketika diri ini masih sibuk mencari jejak atas jawaban hadirlah bintik embun yang menyapa. Tak kumengerti apa maksud dari ini semua, bayangan muncul, perasaan aneh, dan kini embun kecil datang menyapa. Teralihkan semua dengan hadirnya embun kecil yang selalu mengajak pikiran ini beranjak untuk tidak memikirkan kejadian semalam. Tak kusangka embun kecil yang baru kulihat dan kemungerti telah berhasil untuk mengalihkan. Entah apa yang dia ucapkan hingga pena dapat berubah haluan dalam menciptakan cerita baru.

Tapi kekuatan sekuat apapun itu pasti akan kembali terkalahkan. Kembali pena ingin mencari jawaban. Namun perbedaannya kali ini adalah sang embun turut serta mencarikan jawaban atas semua kejadian yang telah terjadi. Langkah kaki terus bergulir dan ribuan nada yang telah terlewati namun tak satu pun tanda muncul yang dapat digunakan sebagai acuan. Hingga tak terasa matahari akan berubah menjadi senja. Hawa yang tak mengenakkan kembali hadir karena terdengar ucapan yang tak diketahui dari siapa kalau kaki ini harus di jejakkan ke butiran pasir dan bentangan luas air garam.

Kucuran keringat hadir bagai air hujan di tengah teriknya sinar. Baju berubah menjadi genangan dan tangan tak lagi benar dalam memegang. Semua berkelanjutan hingga tiba di Pantai Losari. Semakin menjadi namun menemukan titik terang ketika di tempat ini. Aku Jatuh Cinta! Itulah yang selalu muncul dalam benak. Perasaan aneh akhirnya terjawabkan. Pena pun kembali ke jati dirinya. Namun kembali menimbulkan pernyataan. Kepada Siapa Diri Ini Jatuh Cinta? Pena pun tak mampu menjawab. Sang embun kecil hanya memberikan senyuman kecil sembari menghalangi pancaran senja. Mengapa aku selalu jatuh cinta ketika senja datang menghampiri?

Aku hanya bisa melangkahkan kaki dan tak tau harus kucurahkan kepada siapa tentang semua yang terjadi ini. Tak akan ada yang mengerti tentang goresan tinta dari pena yang telah berjuang mencari jawaban. Hanya senja yang sedikit menertawakan karena mulut bagai terkunci tak mampu mengatakan apapun. Sesekali embun kecil hadir dan masih sama seperti sebelumnya. Angin laut pun hanya mengisyaratkan kalau diri ini memang Jatuh Cinta Di Pantai Losari. Baru ku jejakkan kaki sejenak menemani senja saja sudah timbul rasa cinta yang entah untuk siapa, apalagi menunggu ribuan bintang yang bertabur, tak bisa di pikirkan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Kusandarkan bahu ini kepada angin yang semilir berganti datang. Melihat insan tak melangkahkan kaki sendiri. Tak dipikirkan apa itu dan siapa itu. Yang kurasa hanya Aku Tengah Jatuh Cinta Di Pantai Losari. Hingga senja pergi perlahan, puluhan tanker hilir mudik, dan sang embun masih memberikan senyuman manis kecilnya, aku hanya bisa menaruh kenangan berkelanjutan di pantai ini.

Aku Jatuh Cinta Di Pantai Losari
Bima Widjanata Suwaji



Read More

Rabu, 01 Maret 2017

Musim Hujan Menimbulkan Rasa Takut Akan Rembesan Di Dinding: Dulux Aquashield Mungkin Bisa Menjadi Solusi

Musim Hujan Menimbulkan Rasa Takut Akan Rembesan Di Dinding: Dulux Aquashield Mungkin Bisa Menjadi Solusi
Foto : Bima Widjanata 


Bila biasanya datang ke bioskop untuk nonton film, entah itu film action atau film apapun itu. Namun untuk ku itu adalah hal yang salah. Saya mendapatkan kesempatan untuk hadir dalam acara peresmian salah satu produk dari PT ICI Paints Indonesia (AkzoNobel Decorative Paints Indonesia). Sebenarnya produk apa sih yang sedang diresmikan? Nah pasti sudah banyak yang bertanya, oke lanjut simak beberapa ulasan berikut.

Akhir-akhir ini memang musim yang bisa terbilang ekstrim. Kalau panas, panasnya kebangetan. Tapi kalau pas hujan, Jakarta bisa tergenang air yang bisa mencapai 1 Meter dan daerah-daerah lain pun juga demikian. Namun kapasitas curah hujan yang diprediksi masih berlanjut hingga beberapa bulan kedepan masih menimbulkan banyak pekerjaan rumah. Hal yang berhubungan dengan hujan bukan hanya bencana banjir saja, namun ada satu hal lagi yang tergolong kecil tapi juga merepotkan bila sampai terjadi. Apakah ada yang tau? Bocor adalah hal merepotkan bagi siapapun itu.

Masyarakat Indonesia pasti tidak asing lagi dengan yang namanya bocor. Bocor sendiri bukan hanya dari atap namun dinding juga bisa menyebabkan bocor. Hal ini terjadi karena beberapa penyebab. Tapi kali ini bukan membahas apa saja penyebab dari bocor karena rembesan dinding, melainkan bagaimana cara mengatasinya.

Press Conference On West Mall Grand Indonesia
Foto : Bima Widjanata
Sebelumnya saya sedikit menyinggung tentang produk baru. Nah kebetulan produk yang baru diresmikan kali ini adalah produk cat tembok pelapis anti bocor. Pasti sudah sering mendengar dan sedikit mengetahui produk cat tembok Dulux bukan? Produk pelapis anti bocor terbaru dari AkzoNobel adalah Dulux Aquashield. Produk ini merupakan produk inovasi, dimana kekuatan pelapis yang dimiliki 2 kali lebih kuat dari produk lain. Produk Dulux Aquashield sendiri juga telah diuji secara mendalam oleh Pusat Pengembangan Produk, Riset Pengembangan dan Inovasi (RD&I) AkzoNobel Decorative Paints di Asia Tenggara, Selatan dan Timur Tengah.

Pemandu Yang Langsung Memberikan Contoh Kasus
Foto : Bima Widjanata
Mengapa produk Dulux Aquashield bisa memilki kekuatan pelapis yang bisa melindungi hingga 2 kali lebih kuat dari produk lain? Nah ini disebabkan karena Dulux Aquashield sendiri memilki teknologi Hydroshield revolusioner yang mampu menahan kebocoran berkat lapisan film yang 60% lebih tebal dan memiliki efek butiran air yang baik. Pada kesempatan peresmian, saya juga bisa melihat langsung bagaimana produk Dulux Aquashield. Dimana pada saat itu juga ada para pemandu yang membawa contoh kasus yang bisa diperlihatkan kepada semua yang hadir. Salah satunya melihat kinerja Dulux Aquashield yang bisa membuat efek butiran air. Memang benar ketika air disemprotkan langsung menimbulkan efek butiran-butiran.

Salah satu tamu spesial yang juga turut hadir adalah Surya Saputra. Beliau yang sejatinya adalah orang tak asing lagi melalang lintang di dunia layar kaca juga merupakan konsumen yang menggunakan produk dari dulux. Surya menceritakan kisahnya yang iseng mencoba produk Dulux Aquashield di salah satu sudut rumah. Sebelum kondisi hujan Surya memberikan cat Dulux Aquashield yang kemudian dibiarkannya sampai hujan turun. Memang tidak berselang lama, hanya 30 menit saja ujar Surya dan dia langsung melakukan pengecekan. Buktinya memang tidak ada rembesan dan juga membentuk butiran-butiran air seperti di kaca mobil.

Bila ingin menciptakan sebuah hunian yang nyaman dan pastinya tidak ketinggalan masalah warna dinding maka pilihan yang tepat memang Dulux Aquashield. Mengapa demikian? Yah itu karena Dulux Aquashield hadir dalam 20 pilihan warna dan semua mudah diaplikasikan. Jadi jangan berfikir bila menggunakan cat tembok untuk melindungi dinding dari rembesan air akan menjadikan rumah kurang trend. Kelebihan yang lainnya, Dulux Aquashield juga dapat melindungi dinding dari alkali, jamur, dan lumut. Namun penggunaan produk ini hanya sebatas untuk dinding saja, karena untuk perlindungan bahan yang lain tentunya juga dengan produk yang lain pula. Apalagi untuk memberikan perlindungan terhadap kolam agar tidak bocor, ini jangan sampai hehe.


Perbandingan Kekuatan Produk Aquashield Dengan Produk Lain
Foto : Bima Widjanata
Rumah bukan hanya tempat untuk hunian semata. Rumah juga dapat menggambarkan karakter seseorang melalui gaya dan pemilihan warna. Namun jangan sampai dilupakan kalau memberikan perlindungan juga sangat dibutuhkan. Pemikiran masyarakat Indonesia yang keliru dalam memberikan perlindungan terhadap rumah, dimana mereka akan memberikan perlindungan apabila sudah pernah mengalami kejadian. Jadi sebelum bocor tidak diberikannya perlindungan terhadap dinding. Padahal sebenarnya akan lebih baik bila sebelum ada kejadian bocor diberikan perlindungan. Jadi ketika hujan datang menyerang kita tidak akan was-was. Maka berikanlah Dulux Aquashield sebagai pelindung rumah dari hal kecil merepotkan yang bernama Bocor. (Bima Widjanata)
Read More

Melankolis Muda Yang Suka Nulis Apa Saja