Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Kamis, 15 Desember 2016

Tips And Trick Food Photography On Aston Rasuna Hotel

Tips And Trick Food Photography On ASton Rasuna Hotel
Foto : Bima Widjanata

Kembali berputar ke Food Photography yang sebelumnya pernah saya bahas, memang hal ini menjadi viral karena sebenarnya kita bisa melakukan hal ini dimana saja tanpa ada halangan. Namun memang harus memiliki kamera, baik dari smartphone atau kamera profesional. Melakukan hal yang berhubungan dengan fotografi tidak ada yang namanya kata berhenti. Semakin dunia ini berkembang dan berputar, maka dunia fotografi juga akan mengikuti.

On Aston Rasuna Hotel
Foto : Bima Widjanata
Pada hari Sabtu tanggal 10 Desember 2016, ya mungkin lebih tepatnya masih hari Sabtu kemarin, saya mendapatkan kesempatan untuk mengikuti “Tips & Trick Food Photography with Marisa Djemat”. Tentunya hal ini merupakan hal yang luar biasa buat saya karena saya bisa bertemu langsung dengan para food photographer yang sudah berpengalaman, sedangkan saya masih terbilang pemula. Acara ini diselenggarakan oleh Aston Rasuna Hotel, yang bertempat di Komplek Apartemen Taman Rasuna Tower, Jl. H. R. Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan. Pada acara Tips & Trick Food Photography kali ini, Marisa memberikan tips-tips bagaimana agar kita sebagai food photographer atau bahasa sehari-harinya tukang foto makanan bisa menghasilkan jepretan yang bagus, bukan hanya bagus dari sudut pandang photographer namun juga dari sudut pandang masyarakat luas juga.

Dalam melakukan proses foto harus melihat season atau musim. Mengapa demikian? Misalkan sedang dalam musim mendekati lebaran kita bisa mengambil foto makanan yang berbau dengan tema lebaran seperti opor ayam dan ketupat. Jangan sampai ketika lebaran kita mengambil foto bertemakan natal atau tahun baru, karena pasti semua orang akan menjadi merasa aneh dan akan muncul pertanyaan dari masyarakat luas “Kenapa ini ada foto tentang lebaran sih? kan sebentar lagi lebaran, lagi pula natal masih jauh”. Boleh foto kita terlihat aneh, namun harus melihat situasi dan kondisi.

Fokus On
Foto : Bima Widjanata
Menggunakan properti untuk teman makanan atau minuman saat mengambil foto saat ini juga menjadi tren. Jadi bukan hanya makanan saja yang ada dalam foto, namun juga properti-properti lain yang juga ditampakkan, namun jangan sampai fokus makanan menjadi teralihkan dalam mengambil gambar. Jadi penataan objek dan properti harus benar-benar pas. Seperti saat kita mengambil objek the atau kopi, kita bisa menggunakan objek buku dan kue sebagai teman. Jadi tidak tampak kosong kekosongan berlebih dalam foto yang kita ambil. Namun perlu diingat! Jangan sampai kita terpaku dengan properti, jangan kita menjadi kurang bersemangat dan setengah hati dalam mengambil foto. Kita hanya harus mengkreasikan apa yang ada meskipun tanpa properti.

Dalam melakukan pengambilan foto juga jangan hanya satu atau dua foto saja. Usahakan lebih dari dari 5 atau kalau bisa 10, namun pastinya cobalah untuk mengambil foto dari sudut pandang yang berbeda-beda. Ketika sudah mengambil satu foto coba lihat sejenak, dan lakukan evaluasi cepat. Dengan begitu kita bisa melihat sudut pandang yang bagaimana lagi yang belum kita coba. Satu hal lagi yang diperlukan dalam mengambil foto yaitu cahaya. Apakah penyataan ini benar? Menurut saya ini penyataan yang sangat benar. Cahaya bisa menentukan hasil jepretan kita, dan cahaya natural yang bagus yakni saat pagi hari sampai jam 10. Pada saat itu cahaya yang diberikan oleh matahari cenderung soft dan ini sangat bagus untuk melakukan pengambilan foto.

Mezza Resto
Foto : Bima Widjanata
Semua hal diatas adalah pembekalan yang diberikan oleh Marisa Djemat. Nah ilmu yang baru didapatkan ternyata langsung diaplikasikan ketika Mezza Resto menghadirkan menu untuk dipotret. Bukankah ini menjadi kesempatan emas? Ketika baru mendapatkan ilmu, langsung dipraktekkan, dan juga kita bisa mencicipinya. Menu yang disajikan antara lain:
Tuna Avocado Salad
Foto : Bima Widjanata
1. Tuna Avocado Salad. Menu makanan sehat, dimana tuna yang masih segar disajikan dalam bentuk slice kemudian juga disajikan dengan alpukat. Dengan rasa khas ikan tuna serta segarnya alpukat membuat rasa baru tercipta.
Mix Grill Tenderloin King Prawn & Scallop
Foto : Bima Widjanata
2. Mix Grill Tenderloin King Prawn & Scallop. Memang sedikit susah dalam penyebutan namanya, namun sangat bertolak belakang dengan rasanya, karena udang yang tersaji sangat gurih.
Penang Curry Laksa
Foto : Bima Widjanata
3. Penang Curry Laksa. Dengan campuran kwetiau, puyuh dan tahu, kemudian disiram dengan kuah santan. Rasa gurih yang akan meninggalkan jejak di lidah akan membuat kita ingin mencoba lagi dan lagi.
Ciabatta Sandwich
Foto : Bima Widjanata
4. Ciabatta Sandwich. Pastinya ini cocok ketika sarapan karena isi tidak terlalu banyak tapi sarat akan kandungan gizi.

Aston Rasuna Hotel
Foto : Bima Widjanata
Satu tambahan yang diberikan oleh pihak Aston Rasuna adalah semua yang hadir diajak keliling hotel. Hotel yang memiliki konsep semi apartemen ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, yah salah satunya Mezza Resto. Dengan menu makanan yang tidak mainstream Mezza Resto masuk dalam 50 besar restoran unggulan dari seluruh yang ada di Jakarta. Kemudian fasilitas selanjutnya yaitu tempat spa dan kolam renang yang cukup luas. Dan bila ingin melakukan olah raga juga disediakan tempat basket 3 on 3. Jadi jangan khawatir bila ingin olah raga karena fasilitas sudah lengkap. Kalau berbicara tarif, karena memang hal ini yang akan menjadi pertimbangan oleh masyarakat. Tarif di Aston Rasuna Hotel sendiri berkisar Rp 970.000 sampai Rp 1.300.000 saja lho.
Kolam Renang Aston Rasuna Hotel
Foto : Bima Widjanata


Kalau ingin tahu secara pasti bisa lihat di www.astonrasuna.com dan akun sosial media yang lainnya
Instagram @astonrasuna
Twitter @astonrasuna
atau bisa juga menghubungi +62218 3705 5555/+6289 9969 1000

Pengalaman tentang wawasan photography pasti dibutuhkan oleh orang-orang yang benar ingin mendalaminya. Selagi ada kesempatan untuk belajar maka belajarlah. Namun bila hanya belajar dan tidak mempraktekkannya itu akan secara cepat menghilang. Kemampuan fotografi akan semakin terasah apabila kita semakin sering melakukan jepret-jepret hehe.Yang terpenting dalam Food Photography adalah bagaimana bisa menarik keinginan masyarakat melalui foto yang kita hasilkan.  (Bima Widjanata Suwaji)

Bersama Chef Mezza Resto
Foto : Bima Widjanata

Kondisi Dalam Hotel
Foto : Bima Widjanata

Kondisi Dalam Hotel
Foto : Bima Widjanata








12 komentar:

  1. Wah tulisannya baguuuus
    Fotonya juga kece
    Menang nih
    #modus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha awas modus tersebar dimana-mana

      Hapus
  2. Wah udah keluar aja nih tulisannya. Luar biasa

    BalasHapus
  3. wah itu makanannya di foto doang apa boleh dimakan ? kayanya enak tuh..

    BalasHapus
  4. Foto di dalam kamera hp itu keceeee :)

    BalasHapus
  5. Saya bersyukur sempat belajar kemarin, jadi ngerti teknik motret makanan yang bener itu gimana. Huehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Enak banget ka Dani, food photography itu susah banget :(

      Hapus
    2. Yang paling penting, kalau mau mendalami food photography kita harus banyak icip-icip kayaknya mas hehe

      Hapus

About