Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Jumat, 19 Agustus 2016

Penutup Mata Sang Kesatria



Jalan lurus nan bercabang
Sungai berkelok satu tujuan
Batu kecil namun tak bersinar

Senja yang selalu datang tepat pada waktunya
Tapi bulan enggan untuk datang
Harumnya seluruh bunga ditaman
Tak seharum satu mawar merah yang berduri

Namun
Semua itu tak dihiraukan sang kesatria
Berlari tanpa rasa
Meskipun darah bagai kolam di depan mata

Rasa yang telah mati
Waktu tidak pernah berhenti
Suara dentuman menusuk telinga
Serta peluru senjata yang penuh didada

Kesatria yang memiliki sumpah
Tak pernah berhenti ataupun pulang
Bagai mata tertutup buta dan telinga tuli tersumbat
Sebelum mentari menyongsong di kemudian hari

Penutup Mata Sang Kesatria
(BimaWidjanata Suwaji)




2 komentar:

  1. Ya ampun pinter-pinter amat bikin beginian.. waktu sma dulu, sering disuruh buat puisi, ujung-ujungnya nyontek buku puisi dari perpus. ahahahah :D

    BalasHapus

About