Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Jumat, 24 Juni 2016

Perubahan Iklim Global

Perubahan Iklim Global
Foto : www.mykomms.com

Dunia ini semakin panas. Itu merupakan salah satu lagu yang popular di Indonesia. Namun pemaknaannya berbeda, menurut lagu dunia ini panas dengan sifat manusia yang selalu berbuat dosa, dunia ini benar-benar semakin panas karena perubahan iklim yang ada. Saat ini perubahan iklim yang terjadi di dunia benar-benar parah. Memang, perubahan yang terjadi bersumber kembali ke sifat manusia yang acuh terhadap bumi. Sikap ini membuat bumi ini menjadi banyak berubah, mulai dari suhu yang semakin panas, es di kutub mencair sehingga permukaan air laut menjadi naik, dan masih banyak lagi yang terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggungjawab terhadap bumi.

Hutan Rimba Indonesia
Foto : sucker-unity.blogspot.com
Kerusakan Hutan Sumatera
Foto : hari.or.id
Indonesia, adalah sebuah negara agraris dengan hutan yang ada. Namun itu merupakan hal yang dari dulu pernah terdengar. Bisa dilihat bahwa luas hutan yang ada di Indonesia bisa dibilang cukup fantastis, dan juga Indonesia juga disebut-sebut sebagai pari-paru dunia. Namun kenyataannya sekarang yakni hutan-hutan banyak yang rusak, banyak faktor yang menyebabkan itu semua. Para pengusaha melakukan pembelian lahan hutan yang kemudian dialih fungsikan menjadi perkebunan, bukan hanya itu pembalakan hutan yang serentak terjadi tidak diimbangi dengan penanaman kembali. Masyarakat Indonesia yang juga merupakan kriteria manusia yang acuh terhadap bumi, selalu melakukan hal yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Hampir setiap hari hampir ribuan orang juga melalukan perusakan alam.

Ranu Kumbolo Penuh Sampah Pendaki
Foto : kompasiana.com
Kesadaran terhadap penggunaan dan pembuangan sampah di Indonesia juga masih rendah. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah seenaknya sendiri. Para ibu-ibu rumah tangga juga masih banyak yang membakar sisa sampah rumah tangganya. Kita lihat contoh Ibu Kota Jakarta, dengan usia yang tidak lagi muda yaitu 489 tahun persoalan mengenai sampah yang tidak kunjung selesai. Sampah-sampah masih banyak bertebaran dari segala penjuru, hanya beberapa tempat saja yang memang benar-benar bersih dari sampah. Namun, bagian kecil tersebut tidak bisa menandingi daerah yang kesadaran akan kebersihannya masih kurang bahkan tidak ada. Pasar-pasar tradisional yang menumpuk sampah seakan tidak asing lagi. Masyarakat hanya berfikiran kalua mereka membuang sampah seenaknya masih apa tukang sampah yang akan membersihkan. Membuang sampah secara sembarang juga banyak dilakukan oleh para pendaki gunung. Mereka hanya mengatas namakan anak gunung atau pun pecinta alam, namun sikap dan perbuatan tidak mencerminkan pecinta alam yang menjaga kelestarian alam.

Industri
Foto : gengsi-dong.blogspot.com
Secara tidak sadar memang umat manusia di dunia melakukan perusakan terhadap bumi. Pembanguan pabrik yang semakin tinggi menyebabkan banyak juga lahan yang dibutuhkan. Termasuk di Indonesia yang semakin hari semakin meningkatkan industrinya. Persoalan lahan memang kerap dihadapi oleh pengusaha, namun hal tersebut bukan hal sulit apabila memiliki uang yang banyak, karena lahan masih bisa dibeli. Namun juga bukan hanya dari efek lahan, gas yang dihasilkan oleh juga akan mempengaruhi iklim dunia. Tidak usah melakukan pengukuran yang rumit, apabila industri besar semakin banyak maka gas yang dihasilkan juga akan semakin banyak pula.

Untuk pengurangan lahan, meningkatnya produksi gas yang ada dunia, dan faktor lain yang masih banyak menyebabkan berubahnya iklim dunia sebenarnya bisa dibilang bersumber dari bertambahnya jumlah penduduk dunia. Angka kelahiran yang semakin meningkat tanpa diimbangi angka kematian merupakan penyebab pertambahan penduduk yang signifikan. Dengan bertambahnya jumlah penduduk maka lahan yang dibutuhkan untuk tempat tinggal juga akan semakin meningkat. Kita lihat saja yang dahulu banyak lahan pertanian, namun semakin hari kian menyusut dengan dibangunnya perumahan-perumahan, apartemen, maupun rumah tinggal. Pertambahan penduduk juga akan menyebabkan bertambahnya lapangan pekerjaan. Hal ini yang mendorong untuk banyak pabrik maupun industry lainnya tumbuh pesat.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Foto : tnrawku.wordpress.com
Pemeritah Indonesia sebagai pengayom seluruh masyarakat sebenarnya tidak hanya diam. Banyak hal yang telah dilakukan oleh pemerintah. Untuk usaha dalam sistem, pemerintah membuat kelembagaan pemerintah yang bernama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan atau yang biasa disebut Kementerian LHK. Kementerian ini merupakan gabungan antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan yang pada sebelumnya dipisah dan berjalan sendiri-sendiri. Banyak program yang telah direncanakan oleh Kementerian LHK, namun sebenarnya bukan hanya program yang telah dibuat, upaya penyelamatan dunia juga telah dilakukan. Melakukan reboisasi untuk hutan-hutan yang telah dibabat, perlindungan terhadap hutan beserta isinya, serta masih banyak yang dilakukan.

Meskipun masyrakat Indonesia termasuk kedalam kriteria manusia yang acuh terhadap bumi, masih ada juga masyarakat Indonesia yang sadar akan keselamatan dan kelestarian bumi. Bisa dilihat banyak LSM-LSM yang bergerak dalam dalam bidang Lingkungan. Lembaga yang didirikan oleh masyarakat ini memiliki tujuan yang sangat positif. Hampir seluruh LSM peduli lingkungan yang ada di Indonesia selalu mengajak dan memberikan contoh kepada masyarakat luas agar menjaga bumi beserta isinya. Meraka memperjuangkan kelesamatan dunia dengan cara mereka yang sederhana. Meskipun terkadang aksi yang merekan lakukan hanya dianggap sebelah mata, LSM tidak pernah menyerah dengan aksi-aksinya, malah semakin membuat mereka semakin bersemangat menghadapi dan terus mengajak masyarakat luas.

Kita sebagai manusia hendaklah menjaga bumi ini. Jangan hanya memikirkan kesejahteraan diri sendiri, tapi cobalah berfikir apa yang akan dialami oleh generasi selanjutnya. Pemikiran primitif akan kehidupan yang masih banyak digunakan oleh umat manusia sebaiknya dibuang jauh-jauh. Apabila tidak bisa menjaga bumi setidaknya jangan merusak, itulah pemikiran yang cukup, namun alangkah lebih baik jika turut menjaga dan tidak merusak bumi. (Bima Widjanata Suwaji)

Reboisasi
Foto : www.beritamalukuonline.com





2 komentar:

  1. Yupssss setuju .. kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi jangan sampai alam marah pada manusia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alam terkadang hanya diam, namun sang pencipta alam yang memberikan pertanda

      Hapus

About