Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Rabu, 24 Februari 2016

Bukit 29 Dulu dan Sekarang



            Bromo sedap dipandang dari sudut manapun. Jika ada penanjakan di Kabupaten Probolinggo, Lumajang mempunyai bukit 29 atau disebut juga dengan B29. Gua sih sebagai penulis udah sering banget nih ke tempat yang bernama B29 ini. Siapa yang menyangkal keindahan yang ditawarkan oleh B29, keindahan alam yang sangat mempesona, pemandangan bromo dari kejauhan, dan kadang jika memang cuaca sangat bagus dan pas bisa tuh melihat awan berada lebih rendah dari pada B29, serasa berada di atas awan. Jadi gak salah kalau B29 sekarang menjadi objek wisata yang sangat digemari oleh para wisatawan, yah meskipun masih didominasi oleh wisatawan dalam negeri. Bukit 29 sudah banyak terdengar oleh para penikmat keindahan alam. Bahkan baru-baru ini B29 udah ditayangin di acara stasiun televisi swasta nasional. Gimana gak keren coba?

            Bukit 29 gak sekeren sekarang sob. Dulu waktu baru pertama kali gua ke tempat ini bener-bener butuh perjuangan. Dimana jalan yang dilalui rusak parah, gak ada penerangan sama sekali, apalagi kalau pas hujan, bagai mendaki gunung jadinya. Bukit 29 dulu hanya murni menawarkan satu tempat lapang yang gak begitu luas bagian bawah untuk melakukan perkemahan. Dulu sebelum terkenal dan banyak terdengar pergi ke B29 tinggal berangkat aja. Gak ada tuh yang namanya bayar tiket masuk atau tiket apalah itu. Memang saat sebelum terkenal B29 ini gak terurus. Sampah-sampah sangat berserakan di tempat ini, menurut warga yang dulu sempat gua tanya B29 bersih kalau ada acara keagamaan aja, selepas itu ya banyak sampah yang berserakan lagi. Nah untuk B29 yang serasa naik gunung bener-bener gua alamin sama temen-temen. Waktu itu pas malam tahun baru. Dari awal perjalanan memang sudah hujan, tapi masih aja temen-temen mau ngelanjutin perjalanan. Bayangin jalan kaki 3 jam di perbukitan, cuaca hujan, dan malam hari pula, pas banget kan sob. Jalan utama ke bukit 29 menjadi jalan licin yang bener-bener sangat licin, ya jadi seperti naik gunun benar pokoknya.

            Tapi kontras banget sama keadaan yang sekarang. Dimana sekarang sangat terfasilitasi untuk menuju Bukit 29. Jalan-jalan sudah diperbaiki, fasilitas tambahan juga sudah ada. Para warga juga sangat antusias dengan ini semua, mereka berjualan, menjadi tourgate, jadi ojek pun juga ada. Gua sih ngerasain banget gimana perkembangan B29, dari yang gak terdengar menjadi terkenal. Untuk para penikmat keindahan alam, jangan khawatir apabila ingin melakukan camp di B29. Sekarang sudah ada disediakan tempat camp yang cukup luas. Bahkan sekarang ada tempat baru di kawasan B29 yang juga lumayan terkenal, yang gua denger sih namanya B30, persis ada di sebelah B29. Kalau ingin menikamti sunrise, kawasan B29 adalah tempat yang tepat untuk menikmati itu.

            Untuk penikmat hal unik nih, kalian semua bisa datang saat 17 Agustus. Di B29 juga mengadakan acara pengibaran bendera, yah meskipun gak tepat jam 10, pengibarannya juga cukup unik. Para pengibar dan petugas upacara yang lain mengenakan pakaian adat suku tengger. Yah gua sih sebagai penulis juga pernah mengikuti upacara di B29, meskipun Cuma satu kali tapi sangat berkesan. Gimana gak berkesan kalau gua yang menjadi pengibar bendera saat pelaksanaan upacara pengibaran bendera hehe. Setelah pelaksanaan upacara pengibaran bendera biasanya ada persembahan tarian adat suku tengger oleh para warga Desa Argosari. Yang ingin ikutan nari sih dibolehin aja ikutan nari gak ada yang nelarang.

            Jadi untuk para pembaca, ayo kunjungi Bukit 29 ini. Yang sudah mengujungi ayo kunjungi lagi dan ajak temen-temen lain yang belum pernah. Tapi kita juga harus menjaga kelestarian alam kita. Supaya anak cucu kita nanti bisa tetep ikut menikmati keindahan alam. Dan juga, esan untuk para wisatawan yang mengunjungi Bukit 29, jangan lah membuang sanpah sembarangan. Keindahan alam gak sempurna sob kalau ada sampah yang bertebaran di alam kita, kan ada tuh tempat sampah yang disediakan. Kalau pun memang tidak ada, sadar dirilah, simpan dulu sampahnya dan buang di tempat sampah kalau sudah ketemu sampah. Mari kita jaga kelestarian alam kita, iya alam kita semua.  


0 komentar:

Posting Komentar

About