Blog Yang Berisi Tentang Pengalaman Jalan, Keliling, Kegalauan Dan Sedikit Gado-gado

Minggu, 22 November 2015

KAWAH IJEN DAN SEJUTA KEINDAHANNYA



            Awalnya saya belum pernah travelling sendiri ke luar kota selain sama keluarga alias liburan keluarga. Tapi saat akhir mau kelulusan SMA ada yang ngajakin saya ke Gunung Ijen. Gunung Ijen? Terasa asing di telinga, ya meskipun begitu saya terima sajalah hitung-hitung cari pengalaman juga. Awalnya sih mereka bilang ada delapan orang yang join, tapi kenyataan saat mau berangkat, buset dah cuma empat itu pun cowok semua. Di pikiran saya pertamanya berangkat naik travel atau bis antar kota karena lokasi yang mau dikunjungi posisinya diluar kota, ternyata itu salah besar. Berangkat ke ijen empat orang cuma dengan cari tumpangan gratis, nekat benar kita berangkat.

            
Kawah Ijen
Foto : Dok Pribadi

Posisi Gunung Ijen ada di perbatasan Kabupaten Bondowoso dan Kabupaten Banyuwangi, sedangkat saya dan temen-temen dari Kabupaten Lumajang. Tidak bisa dibayangkan bagaimana di perjalanan dengan cara yang benar-benar kabelum mainstream, yang biasanya menurut cerita orang perjalanan dari Lumajang ke Gunung Ijen cuma 6-8 jam jadi 24 jam. Mulai dari ditolak dengan tolakan halus sampai tolakan seperti ngajakin berantem, tiduran di masjid dan numpang rumah orang pun dijalani. “Betapa susah dan melelahkannya pejalanan ini” itulah yang selalu terpintas di pikiran saya, mungkin juga dipikiran temen-temen juga. Tapi masa modoh lah yang penting nanti sampai ke tujuan utama, sudah terlanjur juga, mau balik lagi ke Lumajang tanggung. Sebelum sampai Gunung Ijen juga ada obyek wisata yang belum terkenal. Air terjun sih tapi lumayang bagus lah sambil menghilangkan sedikit kepenatan bisa buat tempat istirahat.
Air Terjun Belerang
Foto : Dok Pribadi

            Singkat cerita, nih sudah sampai loket pembelian tiket masuk kawasan Gunung Ijen. Temen-temen kelihatan bahagia banget dah wajahnya, tersenyum lebar dengan menanggung rasa capek. Ketika mau beli tiket masuk, semua sudah siap-siap ngeluarin buget masing-masing, ternyata temen-temen punya pemikiran yang sama seperti saya, yaitu harga tiket masuk mahal. Kenyataan yang kami dapat harga tiket masuk waktu itu cuma Rp. 2000 per orang, kamera jenis apapun kecuali Handphone Rp. 3000, dan tenda cuma Rp. 15.000 doang. Itu sih masih zamannya pak Susilo Bambang Yudoyono sebagai Presiden, sekarang belum tau dah berapa. Akhirnya saya talangin aja dah tiket semuaya, biar cepet. Setelah beli tiket langsung aja jalan lagi, kata petugas tiketnya masih ada perjalanan 7 km. Sepanjang perjalan banyak sih yang barengan juga, bukan hanya Wisatawan lokal aja tapi ada Wisatawan Mancanegara juga yang berkunjung, dan pastinya orang-orang yang bekerja sebagai buruh angkut belerang serta penambang. Banyak yang silir berganti lewat mengangkut belerang dari puncak. Takjub melihat pemnadangan yang belum biasa, dari alam sekitar sampai pemandangan sosial yang sedang terjadi.

            Sekitar 2 jam dari pos tempat pembelian tiket sampailah di puncak Gunung ijen. Bau belerang yang amat menyengat sedikit bikin pusing kepala. Tapi keindahan alam mengalahkan semua rasa, baik lapar, lelah, ngantuk, pusing, dan semua lah. Tergantikan semua dengan keindahan yang didapat, mulai dari latar belakang pegununga yang luas dan memanjang, sampai latar belakang kawah Ijen yang mengeluarkan asap belerang yang menyengat. “This beautifull of Indonesia” dalam hati mengucap. Tak lupa saya manjatin doa pas di puncak, katanya sih doa itu gampang dikabulin bila tempat doanya makin tinggi (mitos), walau sebenernya sih saya berdoa nsayacpin terimakasih dan rasa syukur yang dalem banget karena bisa ngeliat karya Tuhan Yang Maha Esa seperti Gunung ijen ini. Puas foto-foto di puncak Gunung Ijen, langsun pulang dah saya sana temen-temen. Walau sedikit kecewa sih kabelum bisa ngeliat blue fire (api biru) yang katanya bagus banget. Itu sih sebabnya karena bekal abis jadi langsung aja kita pulang, mungkin aja kesempatan selanjutnya saya bisa ngeliat dengan jelas blue fire, Aminnn.

            Perjalanan pulang sih nggandol lagi kayak perjalanan berangkat ke Gunung Ijen. Tapi kali ini sedikit berbeda dengan sebelumnya. Kali ini dapat tumpangan gratis dengan mobil Avanza¸masih baru lagi. Yang berangkat awal 24 jam jadi cuma 7 jam sampai rumah, bersyukur banget dah pokoknya. Oh iya, maaf nih sebelumnya, untuk pengambila gambar kualitasnya kurang bagus, maklumlah masih dulu masih traveller pemula. Hehehe
Traveller Pemula
Foto : Dok Pribadi











                                                                       



1 komentar:

About